Kasus Difteri di Garut Landai tetapi Capaian Vaksinasi Baru 74 Persen

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat kasus wabah difteri yang banyak ditemukan di Kecamatan Pangatikan sudah terkendali. Meski begitu, cakupan vaksinasi di sana baru mencapai 74 persen.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Kasus Difteri di Garut Landai tetapi Capaian Vaksinasi Baru 74 Persen
Imunisasi Campak di Ciputat. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat kasus wabah difteri yang banyak ditemukan di Kecamatan Pangatikan sudah terkendali. Meski begitu, cakupan vaksinasi di sana baru mencapai 74 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan bahwa hampir seluruh pasien yang sebelumnya dinyatakan suspek dan positif difteri sudah selesai menjalani perawat dan kembali ke rumahnya masing-masing.

"(Difteri) Alhamdulillah sekarang sudah melandai, semoga sudah dan terus mereda," kata Leli, Jumat (31/3).

Leli menjelaskan bahwa hingga Jumat ini, total kasus difteri di Garut mencapai 14 orang terkonfirmasi positif dan 41 suspek. "Dari jumlah tersebut meninggal dunia, satu dalam perawatan di rumah sakit, dan sisanya dinyatakan negative atau sembuh," jelasnya.

Walau begitu, diakui Leli, hingga saat ini Dinas Kesehatan terus maksimal melakukan vaksinasi outbreak response immunization (ORI) di Kecamatan Pangatikan. Langkah tersebut dilakukan karena wilayah tersebut yang terbanyak kasus difteri.

"Di Pangatikan, cakupan vaksinasi ORI tahap pertama baru mencapai 74 persen sampai 28 Maret kemarin. Kalau data, jumlah sasaran mencapai 10.545 orang, atau masih ada sekitar 3.00 anak yang masih harus divaksinasi ORI," ungkapnya.

Dia memastikan bahwa kegiatan vaksinasi ORI akan tersebut dilakukan. "Meski bulan puasa kita akan lanjut yang sasarannya anak-anak," ucapnya.

Setelah tahap pertama mendekati target, Leli menyebut bahwa Dinas Kesehatan akan melakukan tahap dua. "Kemungkinan yang tahap dua itu setelah lebaran akan dimulainya," pungkas Leli.

Rekomendasi