Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengaku banyak mendapat ajakan untuk terjun ke politik. Ajakan itu disampaikan sejumlah pimpinan Partai Politik (Parpol) dalam beberapa momen.
"Ya, kalau pembicaraan-pembicaraan sebenarnya dalam konteks pembahasan diskusi sejumlah pimpinan partai ada," kata Boy saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (25/3).
Terlebih, Boy merasa wajar bila tawaran untuk terjun ke politik kerap hadir kepada seorang jenderal yang telah masuk masa pensiun atau purnawirawan. Termasuk, ia yang akan purnawirawan sebagai Komjen dalam waktu dekat.
Advertisement
"Dan saya pikir juga wajar juga karena juga beberapa purnawirawan kan memilih untuk bergabung. Tentu juga sesuatu keinginan yang bagus setelah masa purna bakti, karena kan intinya kita ingin membangun bangsa dari jalur politik dalam kehidupan politik praktis," ucapnya.
Meski demikian, Boy masih enggan menjawab secara gamblang soal rencana akan bergabung ke partai politik mana apabila terjun ke politik. Sebab, ia mengaku masih ingin fokus menuntaskan masa bakti dan tugasnya sebagai kepala BNPT.
"Tapi jujur saja untuk saya sendiri saya belum mengambil keputusan gimana, saya masih ingin fokus dulu untuk tugas. yang diberikan ke saya," tuturnya.
Advertisement
Termasuk saat disinggung soal ketertarikan parpol religius atau nasional, menurutnya kehadiran partai politik yang beragam adalah keniscayaan. Dengan tujuan tetap memperkuat kesatuan Indonesia.
"Rahasia dong (tertarik nasionalis/religius), makin menjurus nih. Ya semuanya kan adalah elemen bangsa ini yang harus kita ajak bersama. Kalau beragam ini kan bangsa kita ini kan memang beragam sekali, keberagaman itu kan sesuatu keniscayaan," katanya.
"Tapi bagaimana keberagaman bukan menjadi potensi yang melemahkan, menjadi potensi yang positif dalam berbagai hal termasuk kegiatan politik," tambah dia.
Advertisement
Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyebut ada lebih dari 100 tokoh yang bakal gabung ke partainya. Salah satunya, sejumlah purnawirawan hingga sosok jenderal polisi berbintang tiga.
"Ini 100 lebih tokoh yang bergabung pada kita," ujar Mardiono pada Jumat (17/2) lalu.
"Kemudian ada lagi yang belum berkenan diumumkan, saya sebut saja ya di sini, seorang jenderal polisi bintang 3 belum berkenan diumumkan karena baru akan pensiun bulan depan," sambungnya.
Advertisement
Menurutnya, jenderal polisi bintang 3 tersebut belum ingin diumumkan karena masih melekat jabatannya. Sehingga, Mardiono menuturkan, polisi yang dimaksudnya akan langsung bergabung ke PPP usai pensiun satu bulan mendatang.
"Jadi bulan depan, karena memang ada etika, mereka punya ikatan terhadap jabatannya. Nanti insya Allah, begitu pensiun beliau akan langsung bergabung," kata Mardiono.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com