Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali terjadi pada Jumat (24/3) siang. Akibat kejadian itu, para pekerja tambang di sekitar sungai yang dialiri lahar hujan berhamburan menyelamatkan diri.
Bahkan, dua armada tambang, yakni truk dan ekskavator, terjebak banjir lahar yang menerjang daerah aliran Sungai Leprak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Banjir yang terjadi diketahui akibat hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Semeru. Peristiwa itu berdampak pada terjadinya letusan sekunder dari endapan material vulkanik.
Advertisement
Berdasarkan laporan Pos Pantau PVMBG Gunung Api Semeru, getaran banjir lahar hujan terekam 1 kali dengan amplitudo 39mm berdurasi 2.400 detik. Sejauh ini belum ada laporan korban dari peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, pihaknya mengimbau agar masyarakat menjauhi aliran lahar serta menjaga jarak tertentu sesuai rekomendasi PVMBG.
"Masyarakat diimbau untuk menjauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru," katanya.
Menurutnya, adanya aktivitas di sekitar aliran sungai lahar terutama Besuk Kobokan harus sesuai koordinasi dengan pihak terkait. "Apabila beraktivitas harus tetap berkoordinasi dengan teman-teman yang berada di Pos Pantau dan informasi sekecil apa pun yang kita berikan tolong diikuti dan menjadi atensi," jelasnya.