Begal Modus Sales Minyak Goreng, Uang Rp1,5 Juta Toko di Sidoarjo Digondol Pelaku

Seorang pegawai toko kelontong, Qurratul Aini (40) asal desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo menjadi korban perampasan dan kekerasan oleh orang tak dikenal. Korban yang saat itu tengah membawa uang senilai Rp1,5 juta raib dirampas pelaku begal.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Begal Modus Sales Minyak Goreng, Uang Rp1,5 Juta Toko di Sidoarjo Digondol Pelaku
Pegawai Toko Kelontong yang jadi korban begal di Sidoarjo. ©2023 Istimewa

Seorang pegawai toko kelontong, Qurratul Aini (40) asal desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo menjadi korban perampasan dan kekerasan oleh orang tak dikenal. Korban yang saat itu tengah membawa uang senilai Rp1,5 juta raib dirampas pelaku begal.

Insiden perampasan itu sebenarnya terjadi pada Sabtu (18/3) siang. Saat itu, korban tengah bekerja di sebuah toko kelontong yang ada di kampungnya.

Siang itu, ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai sales minyak goreng menemui pemilik toko atau bos korban. Pria tersebut menawarkan paket minyak goreng ke bos korban. Tertarik dengan penawaran tersebut, pemilik toko akhirnya menyepakati membeli produk minyak goreng dengan total harga Rp1,5 juta.

Namun, terduga pelaku tersebut mengaku bahwa posisi stok produk minyak goreng yang dijajakannya saat ini berada di salah satu agen yang ada di Desa Penatarsewu, Tanggulangin, Sidoarjo. Atau tak jauh dari rumah pemilik toko.

"Nah, pemilik toko akhirnya nyuruh Aini (korban) untuk mengambil minyak sekaligus membawa uang tunai yang disepakati sebelumnya. Katanya stok barangnya di Penatarsewu," ujar salah satu warga bernama Nur.

Korban Luka

Korban kemudian berangkat dengan menggunakan sepeda motor dan diikuti oleh pria yang mengaku sebagai sales tersebut. Namun, tak berselang lama pemilik toko mendapat kabar dari warga desa penatarsewu bahwa pegawainya menjadi korban kekerasan.

Mbah Yem, warga sekitar tempat kejadian yang berada di Jalanan Desa Penatarsewu, Tanggulangin, Sidoarjo mengatakan bahwa warga tidak ada yang tahu persis bagaimana pelaku memperlakukan korban.

"Pokoknya saat itu, terdengar bunyi keras seperti sepeda terjatuh. Setelah saya keluar, korban ini sudah jatuh tertelungkup," kata Mbah Yem.

Saat warga keluar menolong korban, terlihat dua orang menggunakan sepeda motor menancapkan gas kencang ke arah timur. "Korban awalnya belum bisa ditanyai karena mungkin syock. Tapi setelahnya, dia mengaku kalau habis dirampas uangnya," ungkap dia.

Setelah kejadian tersebut, warga langsung membawa korban ke Puskesmas untuk dirujuk ke RSUD Sidoarjo dan memberitahu bos korban terkait kondisi pegawainya yang telah menjadi korban kekerasan dan perampasan. Pemilik toko dan juga keluarga korban akhirnya melaporkan insiden tersebut ke Polresta Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala IGD RSUD Sidoarjo Ivan Setiyawan saat dikonfirmasi menerangkan bahwa, kondisi korban saat dibawa ke RSUD mengalami bengkak pada mata kiri, dan luka lecet di tangan dan kakinya.

"Pasien sudah sadar, stabil dan saat ini dirawat di ruangan," kata dia.

Rekomendasi