Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi mempertanyakan kinerja Komisaris PT Pertamina lantaran kejadian kecelakaan pada perusahaan plat merah itu kerap terulang. Menurutnya, fungsi komisaris adalah melakukan pengawasan secara ketat.
"Ya memang operasional itu ada di direksi, tetapi komisaris itu harus melakukan fungsi pengawasannya secara ketat," ujar Awiek sapaan akrabnya lewat pesan suara, Selasa (7/3).
Terbaru, Depo BBM di Plumpang, Jakarta Utara milik Pertamina mengalami kebakaran. Kata politikus PPP itu, kejadian serupa sudah berulang kali terjadi.
Awiek menilai, tidak ada langkah konkret dari komisi Pertamina dalam rangka melakukan pengawasan. Menurutnya, keberadaan Komisaris Pertamina mesti dievaluasi.
"Memang kalau dievaluasi, dievaluasi saja keberadaan Komisaris. Kasus kasus kebakaran pertamina Yang terbaru itu kan sudah kesekian kalinya, nah pengawasan komisaris seperti apa, itu yang kami pertanyakan," ujarnya.
Advertisement
Awiek mengatakan, mesti ada aksi nyata dari komisaris untuk mengoptimalkan kerja-kerja direksi Pertamina. Dia tak ingin kasus serupa bisa terulang.
"Komisaris utama itu kan gajinya juga besar, apa uang dilakukan dalam kinerjanya mengoptimalkan kerja kerja direksi pertamina, kasus kasus ini jangan terulang terus, harus ada action plan," jelas Awiek.
Seperti diketahui, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum berkomentar soal kebakaran di depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3) lalu. Data sementara, 18 orang meninggal akibat insiden tersebut.
merdeka.com telah mencoba mengontak nomor ponsel Ahok, namun tidak ada jawaban. Hingga hari ketiga kebakaran, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut belum juga memberikan komentar.
Begitu juga di media sosial resmi miliknya, Ahok tak menuliskan unggahan apapun.
Pada era kepemimpinannya, Ahok pernah ingin memindahkan warga Tanah Merah yang bersebalahan langsung dengan Depo Pertamina Plumpang. Salah satu korban paling parah dari insiden tersebut adalah warga Tanah Merah.
Advertisement
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, mengungkapkan, masa Gubernur Ahok sebenarnya sudah menyiapkan rusun sebagai tempat tinggal baru bagi warga yang bermukim di lokasi Depo Pertamina Plumpang.
"Tetapi sayangnya warga terus menolak hingga akhirnya tidak pernah tercapai kesepakatan. Upaya merelokasi warga oleh Pemprov DKI mendapatkan perlawanan keras dari warga pemukiman sekitar TBBM tersebut hingga akhirnya dihentikan," ujar Deddy.
6 Kali Kebakaran
Insiden kilang minyak Pertamina terbakar kerap terjadi selama dua tahun terakhir. Setidaknya dimulai pada kebakaran yang terjadi di kilang minyak Pertamina Balongan.
Kebakaran Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat terjadi pada 29 Maret 2021 lalu.
Hasil investigas dari insiden tersebut, karena adanya unsur segitiga api yaitu dari udara, dari kebocoran HC dinding tangki dan panas yang diduga dari trafo area SS-24 yang menyulut kebakaran.
Pipa tersebut bocor karena terjadi sambaran petir travelling pada pukul 23.09 WIB yang menyebabkan degradasi pada dinding atau las-lasan di Tangki G.
Sehingga menyebabkan penurunan penipisan dinding Tangki G, disusul dengan robek dan bocornya dinding tersebut akibat tekanan mekanik dari dalam Tangki yang telah terisi BBM pada level mendekati penuh.
Advertisement
Cilacap
11 Juni 2021, kilang minyak Pertamina kembali terbakar. Kini giliran di Cilacap.
Kilang minyak Pertamina terbakar sekitar pukul 19.45 WIB. Kilang Cilacap merupakan salah satu dari kilang minyak terbesar milik Pertamina.Kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrokimia.
Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan sepertiga produk benzena atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tangki 3.000 barel.
Cilacap
Masih di tahun yang sama, 13 November 2021, kilang minyak Pertamina di Cilacap kembali terbakar.
Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, menjelaskan, kejadian kebakaran tersebut mulai sekitar pukul 19.20 WIB. Insiden terjadi di 1 buah tanki berisi produk Pertalite.
"Kebakaran mulai sekitar pukul 19.20 WIB terjadi di 1 buah tangki berisi produk Pertalite. Saat ini Pertamina belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran," ujar Ifki dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (13/11).
Balikpapan
Kebakaran kembali terjadi di kilang minyak Pertamina. Kali ini, kebakaran terjadi di area Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (4/3) siang. Kobaran api terlihat membara di dalam kilang minyak Pertamina pada sekitar pukul 10.30 WITA.
"Penyebab timbulnya api saat ini belum diketahui dan masih menunggu hasil investigasi," kata Area Manager Communication, Relation dan CSR Kilang Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional Ely Chandra.
Meski begitu, pihaknya memastikan api yang berkobar telah berhasil dikendalikan. Saat ini, Kilang Minyak Balikpapan dalam kondisi aman dan tetap dapat beroperasi.
"Api yang sempat timbul telah berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.00 WITA. Pertamina gerak cepat memadamkan api dengan pemadam statis langsung beroperasi dan dibantu dengan 4 unit truk pemadam terus menyiramkan air," terangnya.
Advertisement
Balikpapan
Masih di lokasi yang sama, 15 Mei 2022 kilang minyak Pertamina di Balikpapan kebakaran. Belum diketahui sebab kejadian itu. Lima orang dikabarkan terluka, dan satu orang lagi masih dicari di lokasi kejadian.
Informasi didapat merdeka.com, peristiwa itu terjadi menjelang tengah hari tadi. Warga yang menyaksikan dari kejauhan melihat kepulan asap hitam membubung tinggi, dan mengira terjadi kebakaran di area dalam obyek vital nasional itu.
"Iya benar. Kebakaran di area kilang RU V sekitar jam 11 tadi," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (15/5).
Plumpang
Kebakaran kilang Pertamina kembali terjadi di Depo Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3). Akibat kejadian itu, 18 orang meninggal dunia.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pihaknya sedang menyelidiki penyebab kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Nantinya, kata Sigit, pihaknya akan memanggil berbagai saksi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Ya tentunya tim sedang bekerja. Jadi untuk mendalami tentunya kita akan menanyakan kepada saksi-saksi yang diperlukan, apakah itu dari masyarakat, apakah itu dari Depo (Pertamina), ahli, dan sebagainya," kata Sigit kepada wartawan usai meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (4/3).
Tak hanya itu, Sigit juga menyampaikan bahwa tim gabungan Polda dan Bareskrim tengah melakukan olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran.
"Di dalamnya ada Puslabfor, kemudian ada Pusiden, Pusinafis dan tentunya kita mendatangi titik awal terjadinya kebakaran," jelas Sigit.