Komisi VII DPR RI melakukan peninjauan ke Depo Pertamina Plumpang, Jakarta, Selasa (7/3). Komisi DPR yang membidangi energi itu bertemu dengan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajarannya membahas masalah kebakaran Depo Plumpang.
Pada pertemuan hari ini, DPR dan Pertamina sepakat untuk menetapkan buffer zone atau zona yang kosong tidak ditempati apapun termasuk pemukiman warga. Sehingga peristiwa seperti dialami warga Tanah Merah tidak terjadi lagi.
"Kami menyepakati dan mendorong agar Pertamina di setiap apakah itu TBBM, atau sekitar kilang, emang memiliki buffer zone. Ini sebagai wilayah atau daerah yang mmg memisahkan antara lokasi-lokasi strategis Pertamina dengan penduduk. Sehingga betul-betul apakah itu misalnya jalur hijau atau jalur biru atau air untuk mencegah preventif terhadap dampak yang mungkin terjadi ketika kecelakaan di semacam kilang atau TBBM," ujar Anggota Komisi VII DPR RI Diah Nurwitasari kepada wartawan, Selasa (7/3).
DPR melihat, kondisi objek vital seperti Depo Plumpang banyak terjadi di wilayah lain. Banyak yang tidak memiliki buffer zone dan berhimpitan dengan rumah warga.
"Jadi itu ke depan seperti itu yang kita harapkan. Karena kondisi sebagaimana di Plumpang ini tidak hanya ada di Plumpang ya, bisa juga terjadi di tempat-tempat yang lain, bagaimana rumah penduduk dengan objek vital nasional itu sangat berdekatan," jelas Diah.
Selain itu, DPR meminta Pertamina melakukan evaluasi secara menyeluruh. Dari perawatan hingga penggunaan teknologi. Khususnya teknologi untuk deteksi dini agar mencegah terjadinya bencana.
"Kita juga mendorong memang ini evaluasi secara menyeluruh terkait dengan peralatan yang dimiliki oleh Pertamina, perawatannya, dan juga penggunaan teknologi ke depan. Teknologi untuk pendeteksi ketika memang, apakah itu terjadi kebocoran atau potensi kebakaran. Sehingga sejak awal bencana itu bisa lebih dicegah," ujar Diah.
Sementara, Pertamina belum bisa menyampaikan apa penyebab terjadinya kebakaran Plumpang. Diah mengatakan, masih dilakukan investigasi.
"Jadi pihak pertamina belum bisa menyebutkan secara detail, secara pasti, apa sebetulnya yang menjadi penyebab kebakaran peristiwa kemarin," katanya.