Empat korban rombongan helikopter Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono yang mengalami kecelakaan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Kerinci, Jambi pada Minggu (19/2) lalu, dirawat di Pos Merangin untuk dirujuk ke RS Bhayangkara Jambi.
Empat korban berhasil dievakusi itu adalah ADC Briptu Muhardi Aditya, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yudistira, Dirpolairud Polda Jambi Kombes Michael Mumbunan, dan kopilot AKP Amos Freddy P Sitompul.
"Jadi jarak tempuh dari titik lokasi sampai Pos Merangin kurang lebih 15 menit. Kemudian akan dilakukan penanganan awal kemudian juga nanti akan diteruskan ke RS Bhayangkara Jambi," kata Karopenmas Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (21/2).
Namun demikian, Ramadhan mengatakan proses rujukan masih tergantung dengan asesmen dari tim medis. Mengingat, perjalanan Pos Merangin ke RS Bhayangkara Jambi membutuhkan waktu kurang lebih satu jam menggunakan transportasi udara.
"Kita harus melihat korban kondisinya bagaimana. Nanti kan kalau jarak tempuh ke Jambi lebih jauh, maka penanganan awal di pos merangin, namun di pos merangin tim medisnya juga sudah cukup ya," tutur dia.
Sementara untuk empat korban lain masih dalam proses evakuasi. Empat korban yang belum dievakuasi yakni Irjen Rusdi Hartono, Korspripim Polda Jambi Kompol Ayani, pilot AKP Ali Nurdin S Harahap, serta mekanik bernama Aipda Susilo.
"Jadi sudah berhasil 4 korban dievakuasi. sedangkan 4 lainnya masih dalam proses evakuasi," kata dia.
Advertisement
Alasan Kapolda Jambi Belum Dievakuasi
Sementara itu, Ramadhan menjelaskan alasan Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono belum dievakuasi. Usai empat rombongannya telah dievakuasi lebih dulu dari hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Kerinci, Jambi.
"Kapolda Jambi mengutamakan anak buahnya dulu atau. Jadi beliau lebih mendahulukan anggota nya dulu, baru nanti beliau dan sisanya," kata Ramadhan.
Adapun alasan Irjen Pol Rusdi Hartono mendahulukan anak buahnya dievakuasi lebih dulu. Karena proses evakuasi terhadapnya yang membutuhkan persiapan lebih lanjut hoist crane.
"Kondisi prioritas terhadap beliau dan yang lainnya juga tentu harus dengan penanganan khusus karena ini menggunakan metode hoist tadi. Jadi jangan sampe menghambat, jadi beliau mengutamakan anak buahnya dulu," tutur dia.
Diketahui, helikopter Jenis 412 SP Reg 3001 mengalami pendaratan darurat di hutan belantara Bukit Tamiai, Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Minggu (19/2). Helikopter membawa Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono bersama rombongan.