Berkenalan dengan Etilen Glikol dan Dampaknya pada Kehidupan Modern

Apa saja manfaat senyawa yang satu ini? Cek lebih lengkap, yuk!

Gloria Trivena May Ary
Oleh Gloria Trivena May Ary - Reporter
Berkenalan dengan Etilen Glikol dan Dampaknya pada Kehidupan Modern
Berkenalan dengan Etilen Glikol dan Dampaknya pada Kehidupan Modern. ©Shutterstock

Istilah Etilen glikol mungkin kedengarannya kurang familiar bagi sebagian orang. Namun, siapa yang menyangka jika senyawa ini merupakan ‘pemain besar’ dalam sejumlah kehidupan modern. Etilen glikol sendiri merupakan senyawa kimia yang akrab dengan kehidupan manusia modern. Memiliki ciri yaitu bentuk berupa cairan bening, tidak berwarna, tidak berbau, kental dan memiliki rasa manis, tentu membuat senyawa ini sangat mudah untuk dikenali.

Selain itu, etilen glikol juga dapat dijumpai secara mudah, karena senyawa ini dijual secara bebas dengan harga yang relatif murah. Oleh karena itulah, banyak penduduk dunia yang merasa senang dengan keberadaan serta kegunaannya yang beragam. Jika kamu ingin mengenal lebih dalam mengenai senyawa pelarut ini, maka bisa simak informasi berikut.

Manfaat Etilen Glikol pada Dunia Industri dan Permesinan

Apakah kamu tahu jika etilen glikol biasanya digunakan di dalam air radiator sebuah kendaraan? Di sini, etilen glikol berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuaan pada radiator. Di dalam dunia industri sendiri, senyawa ini memang dikenal sebagai senyawa antifreeze atau antibeku. Pada sistem pendingin, sifat kimiawinya mampu menaikkan titik beku air.

Tak hanya itu, di dunia permesinan, etilen glikol hadir dalam aneka cairan rem hidrolik. Selain itu, keberadaannya juga tak tergantikan sebagai pelarut yang handal dalam banyak produk industri. Karena itulah, banyak pelaku industri semakin mengandalkan senyawa ini untuk menjalankan produksi mereka.

Senyawa Etilen Glikol sebagai Bahan Baku Prekursor Sintetik

Manusia modern mungkin lebih akrab dengan fungsi etilen glikol sebagai bahan baku prekursor sintetik. Persisnya, benda ini adalah bahan baku dalam proses pembuatan plastik Polietilena Tereftalat, atau kerap disingkat PET.

Dunia berhutang besar dalam soal ini. Dari plastik PET inilah, miliaran penduduk dunia bisa menikmati aneka produk pangan olahan dalam kemasan plastik yang praktis, ramah lingkungan dan berharga murah. Selain itu, plastik PET sampai sekarang jadi darling dunia modern karena membawa keamanan yang ekstra. Salah satunya adalah kemasan polikarbonat, plastik keras yang rawan migrasi Bisfenol A (BPA), di mana ini merupakan senyawa kimia yang bisa memicu kanker dan gangguan perkembangan janin dan anak.

Dengan etilen glikol sebagai bahan dasar produksi, perusahaan di berbagai belahan dunia memanfaatkan plastik PET untuk wadah aneka pangan olahan. Tak hanya itu, plastik PET juga menjadi pilihan utama pebisnis di seluruh dunia untuk produk minyak goreng, selai peanut butter, air minum dalam kemasan, baik berupa botol maupun galon, air minum berkarbonasi, kecap dan sambal, tatakan biskuit dan masih banyak lagi.

Risiko Bahaya yang Bisa Disebabkan dan Cara Mengatasinya

Di luar dari adopsi masih tersebut, ternyata tersembunyi risiko besar yang mengintai dan mengharuskan banyak pihak harus terus berhati-hati. Ini karena semua pihak, dari otoritas keamanan pangan, kalangan akademisi dan peneliti, bisnis hingga industri, sadar sepenuhnya kalau etilen glikol pada dasarnya adalah zat beracun.

Saat tercicip dan masuk ke tubuh dalam jumlah signifikan, orang bisa mengalami sakit kepala, pusing, sakit perut, hingga muntah. Pada tingkatan lanjutan, efeknya bisa berupa sesak nafas, serangan jantung, gagal ginjal akut, kencing berdarah dan bahkan kematian, seperti pada kasus keracunan obat sirup penurun panas.

Nah, mungkin kamu ada yang bertanya-tanya bagaimana etilen glikol tersebut bisa tetap aman sebagai bahan kemasan pangan olahan ataupun dalam produk farmasi? Apa jaminan kesehatannya?

Faktanya, sains dan teknologi menghadirkan bantuan yang nyata. Dalam proses produksi biji plastik PET, ada proses pemurnian yang canggih sehingga residu etilen glikol dan sejumlah katalis bisa hilang dan biji plastik tersebut bisa diolah menjadi kemasan pangan olahan yang aman untuk kesehatan penduduk dunia. Di luar itu, guna mengantisipasi migrasi etilen glikol ke produk pangan olahan, otoritas pangan di berbagai negara juga mengatur batasan migrasi yang wajib ditaati industri.

Industri sendiri mengadopsi standar baku produksi plastik PET, yang berlaku untuk semua jenis produk dengan sistem pengecekan ketat sejak dari bahan baku produksi, produk produksi maupun setelah beredar luas di pasar.

Isu Miring Seputar Pencemaran atau Kontaminasi Etilen Glikol

Penggunaan etilen glikol nyatanya juga mengundang pro dan kontra di sejumlah aspek kehidupan manusia modern. Hal ini khususnya terkait kontaminasi etilen glikol pada produk pangan olahan serta farmasi. Resminya, etilen glikol tidak lagi diperkenankan ada dalam pangan manapun, sebab ini sudah kesepakatan dunia.

Perkara senyawa kimia ini bisa ada dalam produk obat dan pangan olahan lebih karena kehadirannya sebagai cemaran atau kontaminan yang tak diinginkan pasca proses produksi. Maksudnya, dalam produksi pangan olahan ataupun produk obat farmasi, perusahaan kerap bergantung pada Bahan Tambahan Pangan (BTP), zat yang ditambahkan ke produk pangan olahan untuk mengubah sifat dan bentuknya, yang proses pembuatannya berbasis etilen glikol. Dengan perlakuan khusus, BTP tersebut kemudian menjadi ‘ramah pangan’ dan aman untuk kesehatan.

Ada banyak contoh produk akhir BTP yang aman bagi kesehatan tubuh. Di antaranya adalah Polietilen glikol, Sorbitol Sirup, Gliserol, dan Propilen glikol, yang juga kerap digunakan sebagai zat eksipien dalam produksi obat farmasi. Semua proses produksi BTP tersebut mengacu pada standar keamanan pangan yang ditetapkan otoritas pangan dunia dan diadopsi semua negara.

(*)

Rekomendasi