3.555 Jiwa mengungsi akibat gempa magnitudo 5,4, melanda Jayapura, Kamis (9/2) lalu Jumlah pengungsi itu terdiri dari 1.007 Kepala Keluarga (KK).
"Sesuai data lapangan yang kita rekap setiap hari, hingga Sabtu malam ini, terdata ada 1.007 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi, sehingga jumlah pengungsi ada 3.555 jiwa," ujar Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey Sabtu (11/02) Malam.
Frans mengatakan, jumlah korban meninggal dunia empat orang dan enam lainnya luka ringan. Warga luka ringan telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit dan mereka sudah pulang.
"Untuk yang meninggal kita tau bersama ada 4 orang, dan untuk 6 orang yang luka-luka mereka sudah selesai dirawat dan sudah pulang" ucap Frans Pekey.
Untuk diketahui para pengungsi tersebut tersebar di tiga Distrik Kota Jayapura yakni, Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, dan Distrik Muara Tami.
Advertisement
Sejumlah Penyakit Mulai Menyerang Korban Gempa Jayapura di Pengungsian
Korban gempa Jayapura di Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, mulai menderita demam, batuk, dan pilek di pengungsian. Diduga akibat faktor cuaca di wilayah tersebut.
Kondisi sejumlah pengungsi terungkap dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis di Kelurahan Gurabesi. Selain demam dan batuk, sejumlah pengungsi juga mengalami keseleo serta badan sakit.
“Kebanyakan warga mengalami cedera karena keseleo, badan sakit, demam dan batuk akibat gempa dan cuaca di Jayapura,” ujar Kepala Kelurahan Gurabesi, Maria Aprilia Jochu, Sabtu (11/02)
Tim Dokter Puskesmas Jayapura Utara, dokter Gigih saat dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan terhadap warga yang mengungsi merupakan inisiasi dari Kelurahan Gurabesi.
”Kami dari puskesmas diminta oleh Kelurahan Gurabesi untuk melakukan pemeriksaan terhadap puluhan warga dan kebanyakan warga mengeluhkan sakit akibat cedera saat gempa, juga demam, batuk pilek karena hujan,” ujar dokter Gigih.
Dirinya memastikan pelayanan di Puskesmas Jayapura Utara berjalan normal pasca gempa di Kota Jayapura. Pelayanan kesehatan akan berjalan dari pagi hingga malam pukul 20.00 WIT.
“Puskesmas beroperasi seperti biasa sambil menunggu arahan selanjutnya. Dengan situasi Kota Jayapura, kami masih melayani warga dari pagi hingga Pukul 20.00 WIT,” ucapnya.