Wamen ATR Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Raja Juli menerangkan, pembangunan jembatan Batam-Bintan masuk dalam major project rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, yang diperkirakan membentang hingga 14,75 kilometer.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Wamen ATR Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pembangunan Jembatan Batam-Bintan
Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni di Kepulauan Riau. ©2023 Merdeka.com

Wamen ATR/BPN, Raja Juli Antoni menyerahkan 220 sertifikat tanah kepada warga di Karimun, Kepulauan Riau. Mulai dari sertifikat jembatan Batam-Bintan hingga tanah wakaf.

Dia mengungkapkan, dengan adanya kejelasan status tanah maka proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan, Kepulauan Riau sebentar lagi dibangun. Proyek ini akan mulai konstruksi tahun ini dan ditargetkan beroperasi 2025 mendatang.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menerangkan, pembangunan jembatan Batam-Bintan masuk dalam major project rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, yang diperkirakan membentang hingga 14,75 kilometer.

"Hari ini saya mewakili Pak Menteri Hadi Tjahjanto menyerahkan sertifikat tanah salah satunya Jembatan. insyaAllah akan ada jembatan terpanjang di Karimun yang akan turut memajukan perekonomian nasional,” kata Raja Juli dalam sambutannya, Rabu (8/2).

Lebih lanjut, Raja menyebut, pemanfaatan tata ruang dengan membangun jembatan merupakan wujud dari keterpaduan pembangunan dalam wilayah kabupaten atau kota.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyerahkan sertifikat wakaf dan rumah ibadah yang terdiri dari masjid, gereja, kelenteng dan fasilitas umum lainnya.

"Sertifikat yang diserahkan menujukan adanya keseimbangan dari pembangunan ekonomi sekaligus kemanusiaan," terangnya.

Raja Juli berharap, sertifikat yang diserahkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat umum yaitu kemakmuran bersama.

"Semoga jembatan yang akan dibangun, sertifikat rumah ibadah dan sertifikat fasilitas umum lainnya dapat bermanfaat untuk masyarakat umum," tutupnya.

Rekomendasi