Terdakwa Arif Rachman Arifin membacakan pleidoi kasus obstruction of justice kematian Brigadir J. Arif Rachman memohon maaf kepada orang tua dan mertuanya, seraya menyatakan bahwa selama ini hanya bekerja menjalankan tugas dan ibadah.
"Percayalah, saya masih berusaha untuk menjadi anak yang bisa dibanggakan, saya janji di masa yang akan datang saya akan lebih berupaya lagi, semoga Tuhan masih memberi kesempatan bagi saya," tutur Arif Rachman dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/2).
Untuk ayah, ibu, serta mertuanya, Arif Rachman mendoakan agar selalu diberikan ketegaran dan kedamaian dalam hati. Terlebih ketika menyaksikan di televisi sosok anaknya yang duduk di kursi terdakwa menunggu vonis hakim atas perbuatan yang tidak dikehendakinya.
"Saya berserah diri, karena Allah tidak pernah salah menilai hambanya," ujar dia.
Advertisement
Sebagai manusia, Arif Rachman melanjutkan, ada kalanya dalam kondisi lemah dan salah. Namun, dia menyatakan tidak pernah sekalipun terbersit dalam pikirannya akan terjadi momen seperti ini dalam hidupnya.
"Saya hanya bekerja. Bagi saya bekerja adalah ibadah, menjalankan ibadah dengan berkerja. Sebagai manusia biasa terkadang saya lemah, saya putus asa. Saya tidak habis pikir mengapa saya menuai fitnah, ketika saya dengan itikad baik bekerja. Saya hilang nalar, mengapa saya menuai kebencian, ketika saya selalu mengisi pikiran saya dengan hal baik," kata dia.
"Saya buntu akal, mengapa saya menuai keji, ketika saya mencintai institusi ini dalam setiap tarikan napas. Tetapi dalam setiap sujud, saya terus mengingat cinta Ibunda yang begitu besar, cinta tanpa syarat. Saya kemudian menjadi tabah. Saya ikhlas, saya terima takdir Allah. Dengan iman saya percaya, ini adalah jalan Allah," tandas Arif Rachman.
Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com