Pengakuan Duloh, Cerita Detik-Detik Membunuh Bayu yang Masih Umur 2 Tahun

Setelah itu Wowon meminta Duloh menunggunya di dekat rumah, di sebuah Gapura sekitar pukul 03.00 Wib. Datang dengan motor membawa Bayu saat itulah anak dua tahun itu diserahkan ke Duloh untuk dibunuh.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Pengakuan Duloh, Cerita Detik-Detik Membunuh Bayu yang Masih Umur 2 Tahun
pelaku pembunuhan sekeluarga diracun di bekasi. ©2023 Merdeka.com

Sang eksekutor pembunuhan berantai Solihin alias Duloh membeberkan detik-detik saat menjadi eksekutor pembunuh Bayu (2), anak Wowon Erawan alias Aki. Semua itu dilakukan, karena mengaku takut dengan sosok lakon palsu Wowon, 'Aki Banyu'.

Semuanya berawal dari perintah Wowon yang memintanya untuk membunuh Bayu kepada Duloh. Caranya mengambil Bayu langsung dari rumahnya, namun itu tak berhasil, karena anaknya yang kerap menangis.

"Pertamanya nyuruh bapak saja ambil si Bayu sendirian. Tetapi anaknya itu rewel enggak mau, nangis terus-terusan. Ya sudah kalau nggak mau mah kapan-kapan saja kata bapak," ujar Duloh kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2).

Setelah itu Wowon meminta Duloh menunggunya di dekat rumah, di sebuah Gapura sekitar pukul 03.00 Wib. Datang dengan motor membawa Bayu saat itulah anak dua tahun itu diserahkan ke Duloh untuk dibunuh.

"Ini, ini (nunjuk Bayu). Dikasih anak itu sama bapak, 'langsung saja lenyapin' kata si Wowon. Saya nyari yang gelap di pinggir WC," ujarnya.

Dibawa Duloh, lantas Bayu dicekik sambil mulutnya ditutup agar tidak bersuara. Selama setengah jam atau 30 menit Bayu dicekik, dan hingga usai dipastikan tewas, Duloh langsung mengubur ke lubang yang telah disiapkan sebelumnya.

"Habis itu langsung dibaringkan dicekik saya, sambil dibekap mulutnya. Sampai setengah jam, sampai enggak ada habis nyawanya. Langsung dimasukkan ke lubang itu yang sudah ada bikinan si Wowon itu di pinggir WC," jelasnya.

Adapun atas perbuatannya itu, Duloh sang eksekutor korban pembunuhan berantai Wowon mengaku tak bisa menolak perintah membunuh. Karena, alasan takut dengan 'Aki Banyu' karakter fiktif yang diciptakan Wowon untuk menipu.

"Bapak juga merasakan tak tega, tetapi ini enggak boleh ngebantah, suruhan si Wowon enggak boleh ngebantah. Sieun (takut) ku Aki Banyu," kata Duloh.

Alasan Wowom Bunuh Bayu

Kemudian terungkap alasan dari tersangka pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki tega menghabisi anaknya Bayu berusia 2 tahun hasil dari perkawinannya dengan Ai Maimunah.

Dalam pengakuannya, Aki menceritakan kejadian sebelum Bayu dibunuh. Ia sempat diminta istrinya, untuk membawa anak tersebut. Karena merasa risih ketika berada di rumah kerap kali menangis.

"Sama waktu dulu aku sama yang Ai Maimunah ini kata Maimunah bilang anakmu bawa. Iya kataku iya mau aku bawa ke rumah neneknya, mau disunatin. Padahal bohong," ucap Aki dalam sebuah wawancara, Kamis (2/2).

Dengan kedok mengajak untuk disutain, Aki menjelaskan alasannya tega menghabisi Bayu. Lantaran anak tersebut kerap menangis dan membuatnya risih bersama Ai Maimunah ketika di rumah.

"Anak ini rewel semua setiap jam, setiap detik nangis dengar nangis jadi malu sama tetangga," ucap Aki dalam sebuah wawancara, Kamis (2/2).

Hingga mengaku kesal dan telah habis kesabarannya, Aki lantas memerintahkan Solihin alias Duloh untuk membunuh Bayu yang masih berusia dua tahun.

"Ya sudah saja sama Pak Solihin sudah saja pak anak ini habisi kata aku begitu. Ya dicekik, langsung dikubur," kata Aki.

Rekomendasi