Tim siber Bareskrim Polri menangkap seorang mahasiswa inisial AI (20) yang membuat aplikasi penipuan dengan modus mengirimkan surat undangan elektronik pernikahan melalui pesan WhatsApp. AI tercatat sebagai warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Kepala Sub Direktorat Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah, Komisaris Sutomo membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku pembuat aplikasi pembobolan rekening tabungan dengan modus undangan pernikahan ke korbannya. Sutomo mengatakan sebelumnya sudah dua orang diamankan pelaku menyebarkan undangan pernikahan yang berisi link penipuan.
"Pembuatnya ini sudah ditangkap Tim Siber Mabes Polri. Dia jaringannya yang beli aplikasi yang sudah diamankan di Sumatera dan Kabupaten Wajo," ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/2).
Sutomo mengatakan AI membuat aplikasi dan memperjualbelikan. Kemudian pembelinya memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berbuat kejahatan menipu banyak korbannya.
"Modus yang dijalankan para pelaku dengan menyebarkan secara acak ke WhatsApp dengan bentuk pesan berisi link aplikasi dokumen bertuliskan undangan pernikahan. Korban melihat ada pesan, dan diminta untuk membukanya dengan pura-pura saling kenal," tuturnya.
Advertisement
Apabila korban terperdaya dengan membuka pesan itu, kata Sutomo, secara otomatis data dalam handphone terunduh hingga masuk ke sistem perbankan. Saat korban membuka aplikasi mobile perbankan di ponselnya maka langsung terbaca pada sistem aplikasi.
"Pelaku kemudian mengubah nomor pin dan menguasai. Selanjutnya, menguras isi tabungan korban dengan mentransfer ke rekening lain," tuturnya.
Aksi kejahatan siber telah terjadi di beberapa daerah termasuk Sulsel. Sejumlah korban bahkan telah melaporkan kejadian penipuan tersebut dengan kerugian puluhan juta.
"Korbannya yang melapor ada dua orang. Modus operandi dari kejahatan siber ini timbul karena adanya legal akses. Kami terus mengembangkan kasus ini dan membongkar jaringan-jaringannya," kata dia.
Sutomo mengingatkan kepada warga untuk berhati-hati saat menerima pesan dari orang tidak dikenal. Alasannya, hal tersebut, bisa menjadi awal korban penipuan.