Sang Pelukis Lilin Imlek

Dalam satu hari, Pepen bisa menyelesaikan kaligrafi di 80 lilin. Dengan berbagai ukuran. Konon, semakin besar ukuran lilin semakin besar status sosial pemiliknya.

Imam Buhori
Oleh Imam Buhori - Reporter
Sang Pelukis Lilin Imlek
Foto Story Imlek KaligraferLilin. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Jemari Pepen Supendi (50) lincah menari menulis kaligrafi. Kuas bergerak membentuk aksara China penuh makna. Hingga terangkai di sisi lilin berukuran besar.

Hari Raya Imlek semakin dekat. Pria asal Sukabumi ini bergerak cepat. Satu per satu menyelesaikan pesanan lilin di Klenteng Hok Lay kiong, Bekasi, Jawa Barat.

Dia spesialis kaligrafi China. Sudah dua puluh tahun menekuni profesi ini. Tak jarang, dia berpindah dari satu klenteng ke klenteng lain di Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat. Memenuhi permintaan mempercantik lilin dengan kaligrafi.

Sudah tiga hari ini Pepen berada di Klenteng Hok lay Kiong. Biasanya, dia memulai pekerjaannya jam sembilan pagi. Hingga larut malam. Semakin dekat hari Imlek, pesanan bertambah banyak.

Dalam satu hari, Pepen bisa menyelesaikan kaligrafi di 80 lilin. Dengan berbagai ukuran. Konon, semakin besar ukuran lilin semakin besar status sosial pemiliknya.

Tangan kirinya diserang stroke ringan. Sehingga sulit digerakkan. Meski dalam keterbatasan, Pepen tetap menyelesaikan pekerjaan. Penuh kehati-hatian, meminimalkan kesalahan dalam pengerjaan.

Melukis kaligrafi di lilin tidak hanya dilakoni jelang Imlek. Hari biasanya, dia tetap berkeliling ke Klenteng-Klenteng untuk melukis dan menulis kaligrafi. Lukisan naga paling sering dibuat.

Rekomendasi