Kematian Damar Saat Jumlah Gajah di Riau Semakin Langka

Seekor anak gajah yang diberi nama Damar oleh Gubernur Riau Syamsuar mati di Unit Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Gajah yang lahir di TWA Buluh Cina pada tanggal 3 Juli 2020 lalu tersebut ditemukan petugas dalam keadaan tidak bergerak.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Kematian Damar Saat Jumlah Gajah di Riau Semakin Langka
Terpapar Virus EEHV, Anak Gajah Sumatera Mati di TWA Buluh Cina Riau. ©2023 Merdeka.com/istimewa

Seekor anak gajah yang diberi nama Damar oleh Gubernur Riau Syamsuar mati di Unit Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Gajah yang lahir di TWA Buluh Cina pada tanggal 3 Juli 2020 lalu tersebut ditemukan petugas dalam keadaan tidak bergerak.

"Turut bersedih tidak disangka gajah yang telah saya beri nama Damar sekarang sudah mati," ujar Syamsuar kepada merdeka.com, Kamis (19/1).

Syamsuar mengatakan, saat mengunjungi Damar beberapa waktu lalu, ia sempat memberikan makan ke anak gajah tersebut. Karena jumlah gajah langka di Riau, Syamsuar berharap tidak ada lagi gajah yang ditemukan mati.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau diminta untuk dapat mendeteksi penyakit gajah tersebut sehingga tidak ada lagi gajah yang ditemukan mati.

"Semoga tidak ada lagi yg mati, harapan saya BKSDA bisa mendeteksi penyakitnya agar bagi yang sakit segera diobati," jelasnya.

Gajah Damar merupakan anak dari gajah Robin dan Ngatini. Mereka tinggal di TWA Buluh Cina. Damar yang masih berusia 2 tahun 4 bulan, sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata itu.

Genman menjelaskan, sebelum Damar ditemukan mati, Alex Gunawan selaku mahout atau pelatih gajah, melakukan pengecekan dan hendak memindahkan gajah ke hutan.

Lalu Alex Gunawan melihat gajah Damar dalam posisi rebah, namun tidak bergerak. Alex mengira Damar masih tidur. Karena penasaran, Alex mengecek kondisi Damar, ternyata sudah mati. Gajah jantan tersebut ditemukan mati pada Rabu (11/1).

"Sehari sebelumnya, petugas piket malam, Ludinsion Nainggolan masih melihat gajah Damar dalam kondisi baik dan tidak ada gejala yang mencurigakan terkena sakit," ucap Genman.

Selanjutnya, tim medis BBKSDA Riau melakukan nekropsi untuk mendiagnosa penyebab kematian gajah Damar. Tim medis mengambil sampel lidah, hati, limpa, lambung, paru-paru, jantung, dan cairan perikardium gajah.

"Hasil nekropsi dikirim ke Laboratorium di Kota Bogor untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian gajah Damar," kata Genman.

Menurut Genman, BBKSDA Riau selama ini bekerja sama dengan lembaga pemerhati gajah, telah berupaya keras melakukan pencegahan dan antisipasi kematian gajah melalui pengecekan medis secara rutin, pemberian obat, vitamin dan suplai makanan yang bernutrisi.

Rekomendasi