Sebanyak 1.392 kepala keluarga (KK) penyintas erupsi Gunung Semeru di Lumajang telah menempati hunian relokasi. Penyerahan kunci rumah tanda penempatan hunian dilakukan 9 tahap dalam rentang 6 bulan terakhir.
Penerima kunci rumah sesuai dengan data dari Dinas Kependidukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang yang sudah melalui verifikasi oleh tim lapangan. Penyerahan kunci rumah terakhir pada tahap IX untuk 48 KK pada Rabu (28/12) lalu.
"Data KTP penerima Huntap disesuaikan dengan data Dispenduk, kemudian disesuaikan dengan data di lapangan. Apabila sudah sesuai maka yang berhak menerima Huntap Huntara akan diberikan kuncinya," kata Patria Dwi Hastiadi, Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang dikutip Jumat (30/12).
Tahap I sebanyak 130 KK, Tahap II sebanyak 202 KK, Tahap III sebanyak 113 KK, Tahap IV sebanyak 198 KK, Tahap V sebanyak 264 KK, Tahap VI sebanyak 144 KK, Tahap VII sebanyak 120 KK, Tahap VIII sebanyak 173 KK dan Tahap IX sebanyak 48 KK.
Advertisement
Prioritas penerima kunci rumah diberikan kepada warga yang rumahnya berada di zona merah dalam peta kawasan rawan bencana (KRB).
"Warga yang khususnya di daerah zona merah sesuai peta KRB dikeluarkan oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) akan didahulukan untuk menempati Huntap dan Huntara merupakan prioritas dari Pemerintah Kabupaten Lumajang," ujarnya.
Total 1.951 hunian relokasi untuk para penyintas Erupsi Gunung Semeru disediakan pemerintah. Relokasi berada di kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.