Harapan Putra Mahkota Keraton Surakarta soal Konflik Keluarga Berujung Ricuh

Konflik berkepanjangan antara keturunan Paku Buwono (PB) XII, membuat gusar hati Putra Mahkota PB XIII, KGPH Purbaya. Purbaya khawatir pertikaian tersebut akan menghambat proses revitalisasi keraton, yang mengalami kerusakan cukup parah.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Harapan Putra Mahkota Keraton Surakarta soal Konflik Keluarga Berujung Ricuh
Putra Mahkota PB XIII, KGPH Purbaya. ©2022 Merdeka.com/arie sunaryo

Konflik berkepanjangan antara keturunan Paku Buwono (PB) XII, membuat gusar hati Putra Mahkota PB XIII, KGPH Purbaya. Purbaya khawatir pertikaian tersebut akan menghambat proses revitalisasi keraton, yang mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk itu, putra tunggal permaisuri Asih Winarni ini meminta agar masyarakat membantu memberikan dukungan dan doa. Ia berharap, permasalahan yang terjadi di internal keraton segera selesai.

"Secara pribadi, saya meminta dukungan dan doa pada masyarakat atas apa yang terjadi di keraton. Semoga cepat selesai," ujarnya.

Pemuda bernama asli KGPAA Suryo Aryo Mustiko itu berharap, konflik di Keraton Kasunan Surakarta berakhir dengan solusi terbaik untuk semuanya. Sehingga Kota Solo tetap aman dan tentram.

"Harapannya ada solusi yang baik buat semuanya. Keraton Surakarta bisa menjadi pusat pariwisata dan pusat kebudayaan yang menarik banyak pengunjung," katanya.

"Saya melihat Pura Mangkunegaran sudah dipugar, harapannya Keraton Surakarta juga dipugar," katanya.

Permasalahan yang muncul di Keraton Kasunanan Surakarta, menurut Purbaya, merupakan masalah keluarga. Sehingga harus diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah. Ia pun sudah menyampaikan masalah ini kepada PB XIII.

"Apapun yang terjadi semua masalah keluarga, harus segera selesai secara kekeluargaan dan musyawarah. Saya menghormati beliau (Gusti Moeng) sebagai orang yang dituakan," ucapnya.

"Saya pribadi juga sudah bilang pada ingkang Sinuwun (PB XIII) soal (masalah) internal dan tawaran Pemkot Solo dan Polresta," pungkasnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi di depan Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (23/12) malam. Pertikaian terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, melibatkan kubu Paku Buwono XIII (Hangabehi) dengan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA), pimpinan GKR Koes Moertiyah alias Gusti Moeng yang juga adik PB XIII.

Sejumlah orang dikabarkan mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Beruntung petugas kepolisian Polresta Surakarta segera datang ke lokasi. Mereka segera mengamankan sekitar Kamandungan atau pintu utama keraton yang menjadi lokasi kericuhan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi bersama jajarannya terjun langsung untuk menenangkan kedua kubu.

Kedua kubu mengklaim ada anggotanya yang terluka hingga dilarikan ke rumah sakit. Kuasa hukum KRA Christophorus Aditiyas Suryo Admojonegoro, Agung Susilo melalu pesan WhatsApp yang beredar mengatakan, ada 4 orang di pihaknya yang terluka.

"Dari satgas 4 orang luka di kepala," jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua LDA KP Eddy Wirabhumi mengaku, ada seorang di pihaknya yang mengalami luka. Beberapa korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Islam Kustati, Pasarkliwon.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi menegaskan, pihaknya saat ini tengah menyelidiki kasus bentrokan tersebut. Polresta Surakarta akan menindaklanjuti jika ada bukti yang mengarah ke tindak pidana.

"Kalau ada unsur yang mengarah ke pidana akan kami tindak lanjuti. Kita tentu tetap ingin kedua kubu ini damai, kita akan mediasi," katanya.

Iwan mengaku belum bisa memastikan jumlah korban luka dan dari kubu mana saja. Iwan juga menyampaikan akan menyelidiki, apakah benar ada anggota kepolisian yang terlibat dalam pertikaian kedua kubu.

Rekomendasi