Ratusan warga Besipae, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) demonstrasi di depan gedung Sasando (Kantor gubernur), Kamis (8/12). Mereka menuntut penyelesaian sengketa lahan.
Para demonstran mendesak Pemprov NTT segera menunjukkan sertifikat kepemilikan lahan, serta batas-batas wilayah. Warga Besipae menilai pemerintah provinsi NTT mengklaim sepihak lahan tersebut, tanpa kesepakatan bersama.
Unjuk rasa kali ini berbeda dari biasanya. Warga Besipae mendirikan sebuah tenda di depan kantor gubernur. Bahkan mereka membawa peralatan dapur untuk memasak dan makan bersama di lokasi.
Selain orang dewasa, sejumlah anak kecil juga ikut dalam rombongan tersebut. Namun ada yang lebih mencolok, karena seorang peserta aksi menggunakan toga, seolah-olah sedang mengikuti prosesi wisuda.
Pria bertoga dalam rombongan aksi unjuk rasa tersebut bernama Umbu Tamu Praing. Dia mengatakan, kehadirannya bukan untuk mengikuti prosesi wisuda namun ikut aksi.
"Saya hadir di sini untuk bersama-sama berjuang agar hak masyarakat Besipae bisa terpenuhi," kata Umbu Tamu.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam melihat persoalan yang dialami rakyat. Sehingga Umbu Tamu Praing berharap, pemerintah serius melihat hal ini sebagai persoalan kemanusiaan.
"Pada hari ini saya turun mengenakan toga untuk menegaskan pada mahasiswa, agar tidak menutup mata atas apa yang telah dipelajari di bangku kuliah, karena itu menjadi bekal dan bermakna bagi masyarakat luas," tuturnya.
Advertisement
"Rumah warga Besipae sudah digusur dan tempat tinggal jauh dari kata layak. Karena itu pemerintah wajib memberikan perhatian bagi masyarakat Besipae, baik dari sisi hunian, maupun pendidikan dan ekonomi," lanjutnya.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan dengan menurunkan personil sebanyak 150 orang.
"Saya berharap dalam penyampaian aspirasi ini warga tidak anarkis tetapi tetap menjaga keamanan dan ketertiban," pungkasnya.