Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Diserang Penyakit, Alami Batuk hingga Sesak Napas

Para pengungsi bencana erupsi Gunung Semeru di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mulai terserang penyakit. Mereka menderita traumatik sekaligus terdampak Awan Panas Guguran (APG) yang mengakibatkan sesak napas, batuk pilek, demam, sakit kepala, hingga darah tinggi.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Diserang Penyakit, Alami Batuk hingga Sesak Napas
©2022 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Para pengungsi bencana erupsi Gunung Semeru di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mulai terserang penyakit. Mereka menderita traumatik sekaligus terdampak Awan Panas Guguran (APG) yang mengakibatkan sesak napas, batuk pilek, demam, sakit kepala, hingga darah tinggi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, dari total 88 pengungsi di Posko Balai Desa Penanggal, setidaknya 21 orang di antaranya mengeluhkan kondisi yang mulai batuk-batuk dan sesak napas. Mereka umumnya dari kalangan lansia, baik pria maupun wanita.

"Keluhan warga yang mengungsi di sini, mereka mengeluh panas, batuk pilek, ada juga sesak, sakit kepala dan darah tinggi," kata petugas kesehatan P3K, Muhammad Khoirul pada Kamis (8/12).

Ditangani Nakes

Atas kondisi itu, para pengungsi pun langsung mendapat penanganan dari tenaga kesehatan (nakes) pos medis dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat sesuai keluhan penyakit.

Selain itu, tim nakes juga rutin melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kondisi para pengungsi bisa berangsur membaik.

Sementara, bagi warga terdampak namun belum bisa ke pos medis di Balai Desa Penanggal, pengungsi yang tinggal di luar lokasi pengungsian bisa melapor dan akan didatangi tim nakes yang telah disiagakan.

"Misalkan nanti ada warga yang tidak bisa datang ke tempat pemeriksaan, kita yang akan datangi. Semisal masih ada yang mengeluh akan kita pantau terus kondisinya," tutupnya.

Rekomendasi