Beredar kembali video jalan retak di Jalan Cibolerang, Bandung, Jawa Barat dengan narasi pergesaran tanah pada Rabu (7/12). Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Sumaryono menegaskan, jalan retak tersebut bukan diakibatkan oleh pergerakan tanah, melainkan beban kendaraan yang melebihi tonase jalan.
"Bukan pergerakan tanah itu. Bawahnya selokan, kendaraan yang lewat besar dan melebihi tonase. Jadi ambles. Lima hari yang lalu sudah diperbaiki mungkin sudah bisa dilewati sekarang," jelas Maryono kepada merdeka.com.
Camat Babakan Ciparay, Suparjo, mengatakan titik Jalan Ciborelang yang ambles memiliki panjang hingga 7 meter dan lebar 4 meter. Di titik ini, penurunan aspal juga diiringi rekahan di sisi-sisinya dengan kedalaman hampir 20 cm.
Suparjo menyebut jika pihak terkait sudah melakukan penanganan jalan amblas tersebut.
"Kejadian jalan ambles di Jalan Cibolerang depan SPBU masuk perbatasan kelurahan Margahayu Utara dan Margasuka. Sudah ditangani dari unsur kewilayahan, Polsek, dan Koramil, “ kata Suparjo, mengutip laman Pemkot Bandung.
Advertisement
Dia mengatakan, sebenarnya seluruh jenis kendaraan tidak bisa melintas hanya saja untuk kendaraan roda dua karena ukurannya tidak besar bisa melewati sisi pinggir jalan dan trotoar.
Namun untuk kendaraan mobil dan yang lebih besar, jika arahnya menuju Cigondewah, petugas langsung mengarahkannya ke Perempatan Sadang Buntu.
Untuk kendaraan dari barat akan diarahkan ke kawasan Holis, dan dari Kopo Timur akan dibelokkan ke utara dan Holis. Hal ini karena jalur tersebut merupakan jalur utama, yang terhubung ke Kopo.
"Saat ini cuma motor yang bisa lewat, itupun lewat trotoar. Kalau mobil, dialihkan sepenuhnya. Jadi, kalau yang akan mengarah ke Cigondewah itu diputarkan di perempatan Sadang Buntu," paparnya.