Kliennya Dianggap Tak Kooperatif, Kuasa Hukum Apin BK Undur Diri

"Memandang tidak sejalan antara kuasa hukum dan klien mereka resmi menarik diri," jelasnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kliennya Dianggap Tak Kooperatif, Kuasa Hukum Apin BK Undur Diri
14 orang tersangka yang terlibat judi online milik Apin BK. ©2022 Merdeka.com

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, kuasa hukum keluarga Apin BK alias Jonni yang tergabung dalam JnR law firm telah mengundurkan diri dari kliennya. Mereka mengundurkan diri karena keluarga Apin BK dinilai tak kooperatif.

"Kuasa hukum Apin BK menarik diri dari kliennya karena tidak kooperatif," kata Hadi dalam keterangannya, Jumat (14/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan kuasa hukum keluarga Apin yang diterima pihaknya. Awalnya mereka turut mendampingi anak, istri, adik hingga orangtua Apin pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sumut, pada 27 September 2022, lalu.

Kemudian, pada pemeriksaan berikutnya yakni 28 September 2022, keluarga Apin meminta pemeriksaan ditunda sampai hari Jumat dengan alasan sakit.

Namun, pada waktunya jadwal pemeriksaan tersebut tim kuasa hukum sudah tidak dapat lagi berkomunikasi dengan kliennya itu. Sampai akhirnya, penyidik dari Ditreskrimsus Polda Sumut pun mendatangi tiga tempat diduga kediaman keluarga Apin, dan mereka tak ada di tempat.

"Memandang tidak sejalan antara kuasa hukum dan klien mereka resmi menarik diri," jelasnya.

Hadi menyebut, berdasarkan penyelidikan keluarga Apin diduga sudah tak berada di Medan atau sudah kabur. Sejauh ini, Polda Sumut telah menetapkan 16 tersangka dalam kasus perjudian online termasuk operator judi online, leader dan beberapa orang lainnya.

"Apin BK alias Jonni selaku bos judi online kafe Warna-Warni, kompleks Cemara Asri yang telah kabur ke Singapura dan NP, sebagai leader operator judi online," sebutnya.

"Untuk berkas NP telah diserahkan ke kejaksaan namun baru tahap pertama. Sementara untuk A alias J Interpol telah menerbitkan red notice, untuk menangkap bos judi online terbesar di Sumut ini," sambungnya.

Interpol melalui Divhubinter Mabes Polri dikatakannya, telah menerbitkan red notice pada 30 September 2022, lalu untuk bos judi online yang kabur ke Singapura. Selanjutnya, Interpol akan melacak keberadaan A di luar negeri.

"Selanjut Polri akan melakukan kerja sama pencarian tersangka dengan kerjasama P to P atau NCB Interpol to NCB Interpol," paparnya.

Selain itu, Polda Sumut juga telah menyita 12 aset milik A alias J di sejumlah lokasi. Berdasarkan perkiraan aset itu sekitar harga Rp42 Miliar.

Rekomendasi