Sebuah video menampilkan seorang warga negara asing (WNA) berselancar atau surfing di Pantai Batu Bolong, Kabupaten Badung, tergulung ombak yang dipenuhi sampah viral di media sosial.
Peristiwa tersebut, diketahui terjadi pada Selasa (11/10). Video itu juga menjadi menjadi sorotan oleh para netizen. Di video itu, terlihat turis yang mengenakan baju merah mudah terduduk di tepian pantai dan terlihat sulit untuk berdiri karena kakinya terlilit sampah.
Kemudian datang gulungan ombak dan menghantam sehingga membuat dia tenggelam selama beberapa detik. Saat bule itu mulai kembali bangun, kepalanya dipenuhi sampah yang tersangkut.
Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Made Gede Dwipayana membenarkan peristiwa tersebut.
"Yang viral itu, yang bule surfing itu memang benar kejadiannya di Batu Bolong," kata dia saat dihubungi, Kamis (13/10).
Dia menyebutkan, sampah di tepi pantai merupakan kiriman dari aliran sungai di kawasan pantai. "Tapi itu masih sampah lokalan, masih dari sungai-sungai yang ke laut bukan dari sampah kiriman dari barat atau angin barat. (Itu) karena pengaruh hujan, dan itu (sampah) memang di pinggir kalau di dalam airnya masih bagus dan jernih karena belum ada kiriman dari pengaruh angin barat," imbuhnya.
Menurut Dwipayana, pembersihan sampah di Pantai Baru Bolong harus dilakukan manual lantaran belum bisa menggunakan alat berat.
"Kendalanya alat kita tidak bisa ke sana karena masih manual. Karena tipe pantai di utara agak susah di samping pasirnya gemur, dan itu harus manual dan itu sampah campuran kayu dan plastik," ujarnya.