Cerita Wapres Soal Rajinnya Tjahjo Kumolo sebagai Menteri: Laporan dalam Bentuk Buku

Menurut Ma'ruf, dalam kondisi sakit, Tjahjo berusaha menyempurnakan kinerja dan tanggung jawabnya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Cerita Wapres Soal Rajinnya Tjahjo Kumolo sebagai Menteri: Laporan dalam Bentuk Buku
Menpan RB Tjahjo Kumolo. ©2020 Merdeka.com

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bercerita terkait kinerja almarhum Menpan RB Tjahjo Kumolo selama menjabat sebagai menteri. Hal itu disampaikannya usai memimpin salat jenazah di Kantor Kemenpan RB, Jakarta Selatan.

"Beberapa waktu yang lalu memang saya selalu berkonsultasi, beliau dan saya, selalu memberi buku saya, laporan-laporannya dalam bentuk buku. Rajin sekali, dan kalau sidang kabinet selalu ada buku, diberi saya, diberi ke Pak Jokowi, jadi report-nya dibuat dalam bentuk buku-buku. Ada segini beberapa kali, jadi beliau (terbukti) bekerja," tutur Ma'ruf di Kantor Kemenpan RB, Jakarta, Jumat (1/7).

Menurut Ma'ruf, dalam kondisi sakit, Tjahjo berusaha menyempurnakan kinerja dan tanggung jawabnya. Seperti saat momen Rapat Koordinasi Mal Pelayanan Publik (MPP) beberapa waktu lalu.

"Selasa yang lalu saya acara di sini, ada inisiatif beliau walaupun beliau tidak hadir karena juga beliau masuk rumah sakit, tapi inisiatifnya untuk pemberian rapat koordinasi dalam rangka MPP, Mal Pelayanan Publik, dan mengumpulkan menteri-menteri, mengumpulkan kemudian diikuti gubernur-gubernur, oleh kementerian, non kememterian, bahkan swasta, untuk bersama-sama. Bapak Kapolri juga hadir di sini, itu inisiatif beliau," jelas dia.

Ma'ruf menyatakan bangsa Indonesia telah kehilangan sosok pejabat negara yang totalitas mengabdikan diri untuk negeri, rajin bekerja, dan memiliki rencana perubahan baik bagi Indonesia.

"Kita kehilangan orang baik, orang yang selama ini mengabdi kepada bangsa dan negara, sejak beliau sebelumnya juga menjadi Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Beliau yang saya tahu, kebetulan di bawah koordinasi saya tentang masalah reformasi birokrasi, beliau terus bekerja siang malam melakukan langkah-langkah reformasi birokrasi untuk membangun sistem perubahan-perubahan besar. Tapi Allah sudah menghendaki beliau sampai di sini, karena itu kita doakan mudah-mudahan diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala dan kita yakin beliau orang baik dan jasanya kepada bangsa dan negara," Ma'ruf menandaskan.

Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo pada pukul 11.10 WIB, Jumat (1/7/2022).

Rahajeng Widyaswari, putri pertama Tjahjo Kumolo mengatakan, jenazah akan disemayamkan di Rumah dinas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) di Komplek Widya Chandra IV Nomor 22, Jakarta dan akan di makamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

"Abis ini disemayamkan dulu di rumah dinas untuk dimandikan kemudian akan disalatkan ke masjid kantor Menpan RB. Setelah itu mungkin abis ashar atau setelah disalatkan akan disemayamkan di Kalibata," kata Ajeng, saat diwawancari di RS Abdi Waluyo, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Lebih lanjut, Ajeng mengatakan sebelumnya presiden Joko Widodo sempat menjenguk dan beberapa pejabat.

"Ada banyak, Pak Jokowi udah sempat datang, Prabowo sudah sempat datang. Kerabat menteri bapak yang deket sama bapak. Terakhir semalam kapolri," ungkapnya.

Namun, Ajeng enggan menjelaskan penyakit apa yang diderita Tjahjo Kumolo.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Rekomendasi