Tak Terima Sapinya Diracuni, Pria di Wajo Bacok Paman hingga Tewas

Kepolisian Resor (Polres) Wajo menangkap seorang warga Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo berinisial MD (40) setelah tega membacok pamannya, JM (53), hingga meninggal dunia. Pembunuhan itu terjadi karena MD tak terima sapi ternaknya diracuni dan menuduh korban sebagai pelakunya.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Tak Terima Sapinya Diracuni, Pria di Wajo Bacok Paman hingga Tewas
Ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Kepolisian Resor (Polres) Wajo menangkap seorang warga Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo berinisial MD (40) setelah tega membacok pamannya, JM (53), hingga meninggal dunia. Pembunuhan itu terjadi karena MD tak terima sapi ternaknya diracuni dan menuduh korban sebagai pelakunya.

Kapolres Wajo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muh Islam mengatakan kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia terjadi pada Minggu (15/5). Pelaku kemudian ditangkap di rumahnya di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

"Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek Majauleng. Pelaku dan korban masih keluarga," kata dia melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/5).

Islam menjelaskan MD tega membunuh JM karena merasa sapi ternaknya mati setelah diracuni korban. MD tak terima sehingga langsung mengejar korban.

"Pelaku mengejar korban dengan membawa sebilah parang dan kemudian melakukan pemarangan secara berulang kali," sebutnya.

Akibat kejadian tersebut, kata Islam, pihaknya memberikan backup untuk Kepolisian Sektor (Polsek) Majauleng untuk mengamankan rumah pelaku. Pengamanan ini dilakukan karena diduga akan ada tindak balasan dari keluarga korban.

"Kasus ini sudah kami tangani dan jangan membuat pergerakan yang akan menimbulkan masalah baru" tegasnya.

Rekomendasi