Tewaskan Anak Anggota DPRD Kebumen, Lima Pelaku Tawuran di Yogyakarta Diringkus

Polisi membekuk lima pelaku kekerasan jalanan yang berujung meninggalnya seorang siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Daffa Adziin Albasith. Korban diketahui merupakan anak anggota DPRD Kebumen.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tewaskan Anak Anggota DPRD Kebumen, Lima Pelaku Tawuran di Yogyakarta Diringkus
Pelaku tawuran di Yogyakarta ditangkap polisi. ©2022 Merdeka.com

Polisi membekuk lima pelaku kekerasan jalanan yang berujung meninggalnya seorang siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Daffa Adziin Albasith. Korban diketahui merupakan anak anggota DPRD Kebumen.

Direskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan peristiwa meninggalnya korban merupakan akibat tawuran antardua kelompok. Tawuran ini disebut Ade pemicunya adalah saling ejek.

"Lima orang tersangka sudah kami amankan. Faktanya memang tawuran antara dua kelompok dengan motif saling ketersinggungan. Jadi korban itu bukan acak. Bukan masyarakat yang terpaksa melakukan aktivitas dini hari, terus berpeluang jadi korban. Bukan," kata Ade di Mapolda DIY, Senin (11/4).

Lima tersangka ini berinisial FAS (18) dan RS (18) yang masih berstatus pelajar. Sementara tiga lainnya diketahui dua berstatus mahasiswa dan satu pengangguran yaitu berinisial AMH (20), MMA (20) dan HAA (20).

Kelima tersangka punya peran berbeda. Saat beraksi, mereka berboncengan memakai dua sepeda motor N-Max dan Vario.

"Tersangka FAS (18) bertugas sebagai joki kendaraan N-Max. Dia ikut memaki dan mengejek. Sementara tersangka MMA (20) duduk di tengah motor N-Max. Dia membawa alat sarung dan batu," ungkap Ade.

"Kemudian tersangka RS (18) bertugas sebagai eksekutor yang membawa gir. Tersangka duduk paling belakang. Sementara tersangka AMH (20) dan HAA (20) di sepeda motor Vario," imbuh Ade.

Sebelumnya diberitakan, Ade mengatakan peristiwa yang menyebabkan pelajar asal Kebumen ini meninggal diawali saat korban dan beberapa rekannya makan di warung.

Saat itu, kata Ade, korban dan rekannya mengendarai lima sepeda motor. Saat berada di warung, ada dua sepeda motor yang memprovokasi dengan cara membleyerkan motornya.

"Lewat dua sepeda motor yang digunakan lima orang. Mereka memblayer dan menggas motornya dengan nada mengejek. Inilah yang menjadi pemicu," kata Ade, Senin (4/4) lalu.

Beberapa orang rombongan korban ini kemudian berusaha mengejar pengemudi sepeda motor yang memprovokasi itu. Ada empat motor yang dipakai mengejar.

Saat mengejar di sekitaran Jalan Gedong Kuning, ternyata rombongan pelaku ini memutar balik dan menunggu rombongan korban yang mengejar. Saat itu sepeda motor pertama berhasil menghindari serangan rombongan pelaku.

"Korban yang berada di sepeda motor kedua. Saat itu korban dibonceng. Karena yang memboncengkan korban bisa mengelak, benda tajam yang dari keterangan para saksi berupa gir dan menggunakan tali ini mengenai muka korban," tutur Ade.

Ade menjelaskan bahwa usai melukai korban, rombongan pelaku kemudian melarikan diri. Sementara korban ditolong petugas Sabhara Polda DIY yang sedang patroli. Korban kemudian dibawa ke RSPAU Hardjolukito.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit," pungkas Ade.

Rekomendasi