KKB Teror Serang Prajurit di Papua, DPR Desak Panglima TNI Tingkatkan Deteksi Dini

Dua prajurit TNI gugur dan delapan lainnya terluka dalam peristiwa itu. Menarik ke belakang, teror itu bukan kali pertama terhadap TNI di Papua.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
KKB Teror Serang Prajurit di Papua, DPR Desak Panglima TNI Tingkatkan Deteksi Dini
Temuan Tim Investigasi, Pos Marinir di Kenyam Ditembaki KKB dari Tiga Arah. ©ANTARA/HO-Pendam XVII Cenderawasih

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali tebar teror. Kali ini mereka melancarkan teror di Pos Satgas Mupe di Kwareh Bawah, Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua. Bahkan, mereka menyerang pos Satgas dari tiga titik.

Dua prajurit TNI gugur dan delapan lainnya terluka dalam peristiwa itu. Menarik ke belakang, teror itu bukan kali pertama terhadap TNI di Papua.

Menyoroti peristiwa itu, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi meminta adanya evaluasi terhadap pengaman di pos-pos penjagaan di Papua.

"Ya ini yang menurut saya perlu di evaluasi, karena korban sangat banyak, diserang dalam keadaan bersenjata dan di pos atau markas, sehingga Panglima TNI, Pangdam dan Kapolri beserta jajaran, untuk segera melakukan pembaharuan protokol pengamanan wilayah, apakah dengan meningkatkan koordinasi deteksi dini intelijen," katanya kepada merdeka.com, Sabtu (9/4).

"Atau meningkatkan jumlah personel agar tiap pos menjadi lebih rapat (pos baru), atau meningkatkan arsenal senjata (agar bila di serang senjata GLM bisa terlindungi), atau segera mengganti setiap senjata yang tercuri dari prajurit dan hal-hal lainnya," sambungnya.

Ia menyoroti rentetan tebar teror itu karena sudah sangat mengkhawatirkan. Diharapkan agar peristiwa ini jangan sampai membuat rakyat menjadi ragu dengan kemampuan aparat penegak hukum.

"Sehingga nantinya akan mengganggu aktivitas sehari-hari menjadi pulih normal. Panglima TNi dan Kapolri perlu segera duduk bersama dan evaluasi protokol keamanan di Papua," tegasnya.

Ia enggan mengatakan, kalau ada kelalaian dalam penjagaan di pos. Namun, ia meminta adanya peningkatan kemampuan dan juga persenjataan.

"Ya kami enggak berspekulasi, tapi evaluasi atas kemampuan prajurit ini perlu karena korban sangat banyak, sedangkan pihak penyerang tidak terkena serangan balik. Apakah karena kalah senjata ? Ini yang paling utama perlu dicek, karena penyerang ada GLM," pungkasnya.

Sebelumnya, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan membenarkan insiden tersebut.

"Memang benar dari laporan Ketua Tim Investigasi yang dipimpin Kasi Intel Korem 172/PWY Kol Kav Krisyantyanto terungkap KKB menyerang Pos Marinir tanggal 26 Maret 2022 hingga dua prajurit Marinir TNI AL gugur, dilakukan dari tiga arah," kata Izak Pangemanan di Jayapura, Jumat (8/4).

Setelah mendapat serangan, anggota Marinir membalas tembakan. Pos Satgas Mupe berada di pinggiran sungai di Kenyam dan dijaga personel Yonif Marinir-3.

Rekomendasi