Bareskrim Telusuri Motif Brian Edgar Transfer Rp120 Juta ke Indra Kenz

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka baru dalam kasus trading binary option Binomo, yakni salah satu pekerja di platform tersebut. Dia juga terdeteksi pernah mengirimkan uang sebesar Rp120 juta ke Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bareskrim Telusuri Motif Brian Edgar Transfer Rp120 Juta ke Indra Kenz
Brian Edgar Nababan. ©2022 Merdeka.com/istimewa

Penyidik Bareskrim Polri terus menelusuri motif Brian Edgar Nababan mengirim uang sebesar Rp120 Juta ke Indra Kesuma alias Indra Kenz. Brian yang merupakan Manager Development Binomo telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan investasi menyusul Indra Kenz.

"Masih didalami," tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Senin (4/4).

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka baru dalam kasus trading binary option Binomo, yakni salah satu pekerja di platform tersebut. Dia juga terdeteksi pernah mengirimkan uang sebesar Rp120 juta ke Indra Kesuma alias Indra Kenz.

"Tersangka juga mengirimkan dana sebesar Rp 120 juta kepada tersangka Indra Kesuma ada Februari 2021," tutur Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Minggu (3/4).

Whisnu menyebut, tersangka atas nama Brian Edgar Nababan ditangkap pada Sabtu, 1 April 2022. Dia merupakan pekerja di platform tersebut dengan jabatan manager development Binomo.

"Sejak Februari 2019, tersangka mendapatkan jabatan sebagai manager development Binomo yang bertugas menawarkan kepada influencer Indonesia untuk menjadi afiliator binomo dengan keuntungan sistem bagi hasil," jelas dia.

Brian dijerat Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

"Nanti kita tambahkan Pasal 55 dan 56 KUHP (persekongkolan tindak kejahatan)," katanya.

Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi