Peralihan musim hujan ke musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan diprakirakan terjadi pada April 2022, bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Suhu udara akan terasa lebih panas dari sebelumnya.
Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis mengungkapkan, musim kemarau di kawasan itu dimulai pada Mei 2022. Peralihan musim terjadi sebulan sebelumnya.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama empat bulan, yakni periode Mei-September 2022.
"Bulan Mei sudah mulai kemarau dan April memasuki peralihan musim dari hujan ke kemarau," ungkap Wandayantolis, Selasa (29/3).
Advertisement
Curah Hujan Menurun
Saat memasuki musim kemarau, kata dia, dinamika atmosfer akan terpengaruh. Pada dasarian pertama April 2022, curah hujan menurun drastis, hanya berkisar 20-100 mm. Hujan berangsur tidak terjadi ketika musim kemarau.
Menurut dia, penurunan curah hujan itu otomatis berdampak pada perubahan suhu udara menjadi lebih panas. Ditambah lagi adanya pengaruh neraca kesetimbangan panas antara gerak semu harian matahari yang melewati wilayah Sumsel dengan berkurangnya uap air di atmosfer yang dapat mengabsorpsi panas dari sinar matahari.
"Memicu juga penurunan tingkat kualitas udara walaupun saat pancaroba masih berpotensi hujan deras disertai petir dan angin kencang," terangnya.
Dalam kondisi itu, warga dapat menjaga asupan air ke tubuh saat bulan puasa nanti mengingat suhu udara akan lebih panas dari biasanya. Masyarakat diimbau beraktivitas seperti biasa tetapi lebih memperhatikan kondisi cuaca.
"Apalagi sebagian masyarakat kita akan menjalankan ibadah puasa, jaga kesehatan dan asupan air," imbaunya.