Kemenkes: PPKM Dicabut Jika Indonesia Sudah Keluar dari Pandemi Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan PPKM akan dicabut jika Indonesia telah keluar dari status pandemi Covid-19.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Kemenkes: PPKM Dicabut Jika Indonesia Sudah Keluar dari Pandemi Covid-19
jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/rifa yusya

Indonesia masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level. Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan laju penularan Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan PPKM akan dicabut jika Indonesia telah keluar dari status pandemi Covid-19.

"Status kebijakan PPKM dicabut kalau kita sudah keluar dari pandemi," katanya melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, dikutip Rabu (16/3).

Nadia menjelaskan, PPKM merupakan komponen yang mempermudah proses evaluasi terhadap kapasitas respons serta untuk melihat laju penularan Covid-19.

"Jadi kita bisa melihat apakah respons kita terhadap peningkatan kasus, peningkatan rawat di rumah sakit itu sudah tepat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Nadia menyatakan Indonesia belum dapat mengumumkan status endemi Covid-19 karena sejumlah indikator belum terpenuhi.

Indikator endemi di antaranya positivity rate di bawah 5 persen, keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) kurang dari 5 persen, laju transmisi (Rt) di bawah angka 1, dan vaksinasi dosis lengkap lebih dari 70 persen dari total populasi.

"Semua indikator ini harus dipenuhi secara konsisten selama enam bulan,” kata Nadia melalui keterangan tertulis yang dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, Rabu (16/3).

Saat ini, kasus positif Covid-19 harian memang terus mengalami penurunan. Namun, positivity rate masih lebih dari 5 persen. Penurunan kasus positif diikuti berkurangnya keterisian rumah sakit nasional menjadi 19 persen dari hari sebelumnya mencapai 21 persen.

Kasus Covid-19 baru dalam seminggu terakhir hingga Senin (14/3) kemarin juga menunjukkan penurunan sebesar 32 persen. Perbaikan lainnya terlihat dari penurunan jumlah kematian sebesar 5 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

"Meskipun indikator penanganan Covid-19 saat ini menunjukkan perbaikan, namun kita tetap harus terus waspada karena kita masih dalam status pandemi. Sangat penting bagi kita untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi untuk terus menekan laju penyebaran virus,” ujarnya.

Rekomendasi