Pengusaha Kalsel Bangun Pabrik Minyak Goreng Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Pengusaha di Kalimantan Selatan (Kalsel), Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam melalui unit usaha PT Jhonlin Agro Raya (JAR) Kabupaten Tanah Bumbu membangun pabrik minyak goreng berkapasitas 160 ton per hari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pengusaha Kalsel Bangun Pabrik Minyak Goreng Penuhi Kebutuhan Masyarakat
cpo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Pengusaha di Kalimantan Selatan (Kalsel), Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam melalui unit usaha PT Jhonlin Agro Raya (JAR) Kabupaten Tanah Bumbu membangun pabrik minyak goreng berkapasitas 160 ton per hari.

Direktur PT JAR, Zafrinal mengatakan, pabrik minyak goreng milik anak perusahaan Jhonlin Group di Sungai Dua, Batulicin, tersebut, bakal memproduksi minyak goreng premium kemasan 1 liter dan 2 liter dengan harga terjangkau bagi masyarakat luas.

Menurut Zafrinal, pembangunan pabrik yang dikerjakan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dimulai 29 Juli 2021 dan ditargetkan rampung 29 Juli 2022.

"Pabrik minyak goreng ini merupakan fraksinasi dari pabrik refinery yang nantinya bakal mengolah 250 ton bahan baku per hari, dan mampu menghasilkan 160 ton minyak goreng per hari," kata Zafrinal. Dikutip dari Antara, Sabtu (5/3).

Menurut Zafrinal, saat ini proyek pembangunan tersebut, menyedot tenaga kerja hingga 250 orang warga sekitar, serta nantinya saat beroperasi, pabrik yang bersistem operasi digital itu bakal menyerap 60 tenaga operasional.

"Jika pabrik beroperasi, tentu akan menciptakan lapangan kerja baru dan rencananya akan menyerap 80 persen tenaga kerja lokal," tambahnya.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, pembangunan pabrik minyak goreng tersebut juga diinginkan menjadi salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini.

"Target jangka panjang JAR adalah pemenuhan kapasitas dan ekspansi kapasitas produksi, serta hilirisasi produk CPO dengan produk berkualitas. Harapannya bisa menghasilkan produk minyak goreng berkualitas yang terjangkau masyarakat," ujar Zafrinal.

GM PT JAR Mathirlan Romadhoni mengatakan, target produksi pabrik baru bakal terealisasi secara bertahap, mulai 50 ton per hari hingga nantinya mencapai kapasitas maksimum 160 ton per hari.

"Kemasan yang diproduksi adalah kemasan 0,5 liter, 1 liter dan 2 liter agar memenuhi daya beli masyarakat, mengingat pasar 0,5 liter, 1 liter dan 2 liter cukup besar," katanya.

Menurut dia, area pemasaran pada tahap awal memang diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Kalsel, meski tidak menutup kemungkinan bakal berkembang ke provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan.

"Kelebihan minyak goreng JAR adalah diproses dari lahan sawit kebun sendiri, dan kualitasnya premium sehingga harganya bakal kompetitif dan terjangkau," pungkasnya.

Rekomendasi