Sejumlah produsen tempe mengeluhkan melonjaknya harga kedelai. Mereka berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga.
"Bagaimana harga kacang kedelai ini (dapat) normal kembali, (atau) ada bentuk bantuan subsidi pemerintah, agar usahanya bisa tetap berproduksi," kata Zainal Efendi, salah seorang pengusaha tempe di Jalan Tengku Umar, Kelurahan Parak Kopi, Padang Utara, Kota Padang, Selasa (22/2).
Saat ini harga satu karung kedelai mencapai Rp585 ribu atau Rp11,700 per Kg. Harga komoditas ini tidak stabil dan cenderung terus naik sejak awal pandemi Covid-19. Apabila harga sempat turun Rp2 ribu per Kg, maka besok naik hingga Rp5 ribu per Kg, dan begitu seterusnya.
"Kalau nanti harga per karungnya tembus hingga Rp600 ribu, otomatis produksi tempe kami tidak bisa dilanjutkan," ucap Zainal.
Advertisement
Akibat harga kedelai yang tidak stabil, dia hanya bisa memenuhi permintaan konsumen yang telah berlangganan dengan usahanya.
"Dari hasil produksi tempe ini, hanya bisa dibelikan kembali bahan pokok dan untuk makan kita sehari-hari, kemudian itu pun kita harus menutupi dengan modal lain atau berutang untuk membeli bahan pokok lagi," jelas Zainal.
Sebelum pandemi melanda, Zainal mengaku dapat memproduksi 4 hingga 8 karung kedelai setiap hari. “Namun dua bulan belakangan, saya hanya bisa produksi tempe sekitar tiga karung kedelai saja," jelasnya.
Pria yang membuka pabrik tempe rumahan selama 40 tahun ini mengaku usahanya goyah sejak pandemi.
"Sebelumnya kita bisa mempekerjakan 6 karyawan, dan hingga saat ini hanya bisa maksimal dua orang saja," tutup Zainal.