Siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpapar Covid-19, setelah dilakukan belajar tatap muka. Di SMA Negeri 5 Kupang dilaporkan satu siswa dinyatakan positif.
Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo Dheo mengatakan, setelah mengetahui salah satu siswanya positif Covid-19, pihaknya langsung kembali memberlakukan pembelajaran secara daring.
"Iya di sekolah kami ada satu peserta didik yang terkonfimasi positif Covid-19," ujar Veronika, Sabtu (19/2).
Menurut Veronika, seluruh siswa akan dilakukan rapid antigen guna meminimalisir angka penyebaran di sekolahnya. Selain itu akan dilakukan penyemprotan disinfektan di halaman sekolah, maupun dalam kelas.
"Apabila keadaan anak yang saat ini terkonfirmasi positif Covid sudah negatif dan hasil rapid bagi semua temannya negatif, maka akan diberlakukan kembali KBM tatap muka 100 persen," ujar dia.
Selain itu, tiga siswa SMA Negeri 3 Kupang juga dinyatakan positif Covid-19. Sehingga pembelajaran jarak jauh (PJJ), langsung diberlakukan.
Advertisement
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kupang, Ishak D. E. Balbesi mengaku, setelah dua siswa terkonfirmasi positif pihaknya langsung menggelar pembelajaran jarak jauh.
Ishak menceriterakan, saat siswa yang positif meminta izin ke sekolah karena mengalami sakit. Namun karena sudah pulih, siswa tersebut kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Ayah dari siswa tersebut sedang sakit di rumah, setelah melakukan tes PCR dinyatakan positif, sehingga siswa tersebut pun ikut melakukan tes PCR dan dinyatakan ikut terinfeksi terpapar. Sedangkan siswa kedua yang terkonfimasi positif Covid-19, informasinya didapatkan tadi malam. Untuk kronologi siswa kedua yang terkonfirmasi Covid, pihak sekolah belum memperoleh informasi valid.
"Banyak orang tua yang mengirim kami pertanyaan sekaligus kuatir akan keselamatan anak mereka di sekolah, karena masih dilakukan pembelajaran tatap muka. Akhirnya kami pihak sekolah mempertimbangkan khusus untuk hari ini melakukan pembelajaran jarak jauh," tutup Ishak.