Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini diketahui mulai mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Dengan melihat kenaikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut meminta agar seluruh rumah sakit menyiapkan ruang isolasi penanganan kasus Covid-19.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengungkapkan pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
“Kami sudah meminta seluruh rumah sakit untuk membantu penanganan Covid-18 dengan menyiapkan ruang isolasi,” ungkapnya, Kamis (10/2).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut sudah mengaktifkan kembali dua tempat isolasi terpusat, yaitu Islamic center dan rusunawa. Saat ini, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala difokuskan di rusunawa.
“Sebelumnya para mereka diisolasi di Islamic Center. Agar penanganannya efektif, pasien dialihkan ke rusunawa yang memiliki kapasitas lebih banyak, apalagi kasus Covid-19 sekarang terus mengalami peningkatan. Kalau rusunawa penuh baru yang Islamic center dibuka,” sebut dia.
Untuk di wilayah selatan Garut, dia mengatakan Pemkab Garut menyiapkan satu hotel untuk dijadikan tempat isolasi terpusat. Hotel yang memiliki 17 kamar itu, diperkirakan bisa menampung 34 warga yang terpapar Covid-19.
Meski sudah disiapkan satu hotel, menurut Sekda, itu belum digunakan untuk tempat isolasi terpusat warga. “Untuk posisi awal difokuskan dulu di RSUD Pameungpeuk. Kalau sudah penuh, nanti yang hotel itu akan dibuka dan digunakan,” katanya.