Kepolisian Daerah (Polda) Bali sedang mendalami terkait kasus ribuan limbah medis berupa bekas alat tes antigen berserakan di Pantai Selat Bali sisi Banyuwangi, Jawa Timur.
"Kita masih lidik karena memang baru kemarin informasinya seperti itu. Bagaimana juga nanti, apapun hasil perkembangan kami informasikan lebih lanjut," kata Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra kepada wartawan di Denpasar, Rabu (2/2).
Menurutnya, kemungkinan ada kesengajaan sampah medis itu dibuang ke laut. "Yang jelas itu, mungkin ada kesengajaan atau yang lain, kita tidak tau dibuang seperti itu. Karena, bagaimanapun juga setiap sampah-sampah yang berbahaya ada pengelolanya. Nanti kita lihat," imbuhnya.
Terkait ada dugaan bahwa sampah medis itu dibuang oleh klinik-klinik kesehatan di sekitarnya, polisi masih akan melakukan pendalaman terkait hal itu.
"Yang jelas, kita dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) pasti akan kita koordinasikan kembali. Yang jelas, unsur-unsur dari yang menyelenggarakan kegiatan medis itu bagaimana SOP-nya, siapa yang akan mengelola sampah ini dari rumah sakit atau tempat-tempat layanan kesehatan yang lain. Nanti kita cek lagi," katanya.
Polisi menegaskan akan memproses hukum jika ditemukan adanya pelanggaran hukum terkait kasus pembuangan tersebut.
"Kalau ketahuan akan kita sebagaimana aturannya saja, kalau ada aturan hukum yang dilanggar kita proses," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, limbah bekas alat tes antigen Covid-19 ditemukan berserakan di selat Bali sisi Banyuwangi. Hal itu terungkap melalui video yang beredar di media sosial. Setidaknya ada dua video. Dalam tayangan pertama terlihat ada banyak alat tes antigen berupa cutton bud diduga bekas berserakan di sepanjang pantai.
Sementara video kedua, terdapat beberapa sampah antigen test kit dibuang dan dibakar di pantai yang terletak di depan Terminal Sritanjung Banyuwangi.