Banjir yang melanda beberapa titik di Kota Jayapura, sejak Kamis lalu, memakan korban jiwa. Tujuh orang warga meninggal dunia. Kondisi banjir ini mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Papua.
Wakil Ketua DPR Papua, Yulianus Rumbairussy mengaku memahami wilayah-wilayah yang tergenang banjir. Seperti Organda, SMA 4 Jayapura, dan Pasar Youtefa. Daerah itu adalah resapan air. Tapi kini sudah berdiri bangunan dan permukiman masyarakat.
"Kita harus jujur akui bahwa titik-titik banjir hari ini adalah daerah-daerah resapan air yang sesungguhnya sejak pemerintahan Belanda dulu, hingga orde baru, belakangan ini baru daerah tersebut secara massif ada pembangunan, ini yang harus dibicarakan dan dicarikan jalan bersama, dan menurut hemat saya, Kementerian PUPR sangat memahami untuk memberikan solusi atas keadaan ini," katanya.
Dia meminta penanganan banjir yang melanda Kota Jayapura ditangani serius. Pemerintah Kota Jayapura tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua.
"Ya, selama hujan dan banjir di Kota Jayapura, selalu di Kompleks Perumahan Organda dan Pasar Sentral Youtefa, ini yang Pemerintah harus serius, baik pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah daerah Provinsi Papua," ujar Rumbairussy.
Wakil Ketua DPR Papua itu juga memberikan makanan siap saji dan air mineral kepada korban pengungsi banjir yang menempati posko GOR Trikora Uncen. Jumlah korban penghuni posko GOR Trikora Uncen, berjumlah 203 jiwa dengan 47 kepala keluarga (KK).