Strategi Pemkot Yogyakarta Cegah Kerumunan di Malioboro saat Nataru

Heroe menuturkan selain memakai sistem buka tutup, pihaknya akan menerapkan sistem zonasi di kawasan Malioboro.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Strategi Pemkot Yogyakarta Cegah Kerumunan di Malioboro saat Nataru
Kawasan pedestrian Malioboro. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemkot Yogyakarta akan melakukan penataan di kawasan Malioboro. Pemkot Yogyakarta memastikan akan menerapkan sistem buka tutup di kawasan Malioboro.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan pihaknya lebih memilih memakai sistem buka tutup. Heroe menjabarkan sistem ganjil-genap tidak akan diterapkan di kawasan Malioboro selama libur Nataru.

"Sampai sekarang tidak ada pembicaraan (pakai sistem) ganjil genap. Kita memakai sistem buka tutup," kata Heroe, Selasa (14/12).

Heroe menuturkan selain memakai sistem buka tutup, pihaknya akan menerapkan sistem zonasi di kawasan Malioboro.

Selain itu, sambung Heroe, wisatawan juga akan dibatasi jam berkunjungnya di Malioboro. Maksimal, kata Heroe, wisatawan hanya boleh 2 jam di Malioboro.

"Zonasi tetap diterapkan (di Malioboro). Malioboro kan tetap menggunakan (aplikasi) Sugeng Rawuh. Jadi dibatasi kehadirannya dua jam," ucap Heroe.

Heroe menuturkan bahwa tes acak antigen juga akan diterapkan di Malioboro. Nantinya di akhir pekan akan ada tes acak bagi wisatawan yang ada di Malioboro.

"Tes acak masih dilakukan. Kita setiap Sabtu Minggu di Malioboro siapkan 100 antigen dan 100 vaksin untuk wisatawan," pungkas Heroe.

Rekomendasi