Dua pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terputus jaringan komunikasi pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,4 di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12). Dua wilayah tersebut yakni Pulau Mabi dan Pasilambena.
Dandim 1415 Kepulauan Selayar, Letnan Kolonel Kav Adi Priatna mengatakan ada dua pulau yang terdampak langsung gempa magnitudo 7,5 di Larantuka, NTT. Ia mengatakan dua pulau tersebut paling terdampak karena berdekatan dengan titik gempa.
"Kalau kepulauan paling terasa efek gempa di pulau terdekat dengan titik gempa itu di Pulau Mabi dan Pasilambena. Bahkan di sana tidak bisa kontak," kata Adi saat dihubungi merdeka.com.
Berbeda dengan di Pulau Bonerate, Adi mengatakan untuk di wilayah tersebut masih ada jaringan komunikasi. Adi mengaku pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Koramil Pulau Bonerate tentang kondisi pasca gempa.
"Kebetulan di sana Koramil dan Polsek sedang melakukan vaksinasi. Warga yang permukiman padat penduduk sedang berada di Koramil dan sudah diarahkan untuk ke tempat lebih tinggi," tuturnya.
Terkait informasi air laut surut di sejumlah pantai, Adi mengaku untuk di pulau utama Kepulauan Selayar sama sekali tidak terjadi. Adi mengaku saat ini pihaknya sedang menyampaikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi gempa susulan, khususnya tsunami.
"Kalau di Kepulauan Selayar air masih nampak kelihatan. Air tidak ada surut drastis," ucapnya.