KPA Imbau Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama saat Milad GAM

Organisasi yang menaungi para mantan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Komite Peralihan Aceh (KPA) menyampaikan sikapnya menjelang peringatan ulang tahun atau milad ke-45 GAM pada Desember nanti. Mereka tidak memerintahkan ataupun melarang masyarakat Aceh untuk mengibarkan bendera Bulan Bintang.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
KPA Imbau Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama saat Milad GAM
Milad GAM. ©2013 merdeka.com/afifuddin acal

Organisasi yang menaungi para mantan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Komite Peralihan Aceh (KPA) menyampaikan sikapnya menjelang peringatan ulang tahun atau milad ke-45 GAM pada Desember nanti. Mereka tidak memerintahkan ataupun melarang masyarakat Aceh untuk mengibarkan bendera Bulan Bintang.

"Kita tidak menyuruh dan tidak melarang. Kenapa? Karena itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai Qanun Nomor 3 Tahun 2013. Maka KPA tidak dalam kapasitas menyuruh dan melarang. Nanti kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA," kata Juru Bicara KPA, Azhari, Kamis (2/12).

KPA hanya menginstruksikan seluruh eks kombatan GAM dan masyarakat untuk menggelar Milad GAM seperti biasa, yakni dengan melakukan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam para mantan pejuang GAM.

Azhari menambahkan, KPA meminta aparat keamanan agar mengedepankan cara-cara persuasif bila ada satu atau dua bendera yang dikibarkan oleh masyarakat Aceh. Namun dia menegaskan, semua pihak di Aceh harus menjaga suasana tetap kondusif.

"Semua orang di Aceh harus terus menjaga damai yang telah berjalan selama 16 tahun ini," ujarnya.

Dia mengatakan, milad GAM pada 4 Desember bakal digelar di kompleks makam deklarator GAM Hasan Muhammad di Tiro di Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

"Tanggal 4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh, tidak bisa dilupakan. Wajib dikenang," pungkasnya.

Rekomendasi