Masih Alot, Kursi Pangkostrad Terbuka buat Seluruh Bintang Dua TNI AD

Pemilihan Pangkostrad masih sangat alot. Melihat posisi tersebut haruslah ditempati oleh pewira yang mempunyai kemampuan dalam memimpin ribuan pasukan dari lintas divisi, termasuk kemampuan strategi tempur.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Masih Alot, Kursi Pangkostrad Terbuka buat Seluruh Bintang Dua TNI AD
Jenderal Dudung dilantik jadi KSAD. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Letjen TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Praktis, posisi Panglima Korps Cadangan Strategis (Pangkostrad) yang ditinggalkan Dudung menjadi kosong.

Pengamat militer Ridlwan Habib menilai dinamika pengganti Dudung di posisi Pangkostrad masih terbuka untuk semua Jenderal TNI AD Bintang Dua.

"Karena jabatan Pangkostrad kan bagian dari penataan organisasi angkatan darat. Dan biasanya itu nanti akan menunggu keputusan dari Kasad yang baru. Yaitu Jenderal Dudung ya," kata Habib saat dihubungi merdeka.com, Rabu (17/11).

Menurutnya, pemilihan Pangkostrad masih sangat alot. Melihat posisi tersebut haruslah ditempati oleh perwira yang mempunyai kemampuan dalam memimpin ribuan pasukan dari lintas divisi, termasuk kemampuan strategi tempur.

"Jadi saya kira kita tidak bisa berandai-andai siapa yang menjadi Pangkostrad," tuturnya.

Nama Mayjen Maruli

Soal nama Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang santer digadang-gadang, Habib memandang bisa saja terjadi. Mengingat karir mantu Menko Luhut Binsar Pandjaitan yang terbilang moncer.

"Tentang Pak Maruli, itu saya kira memang Pak Maruli ini cemerlang ya salah satu perwira TNI AD yang cemerlang, pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres kemudian menjadi Pangdam," katanya.

"Saya kira mungkin-mungkin saja," tambahnya.

Rekomendasi