Catheline Siahaya, tak kuasa menahan air matanya. Sang penabuh drum dari tim dayung DKI Jakarta berusia 10 tahun itu gagal mengantarkan kakak-kakaknya toim dayung DKI Jakarta meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Mereka berlaga di kelas beregu lomba TBR (traditional baot races), dua belas pedayung putri, lintasan 500 meter. Catheline bersama tim dayung Jakarta sukses melewati babak penyisihan hingga semifinal. Namun gagal meraih medali di babak final.
Tim dayung Jakarta menempati posisi terakhir yang masuk garis finish. Pantuan Merdeka.com, Catheline Siahaya terlihat menangis saat dirangkul salah satu official tim dayung DKI Jakarta hingga masuk ke tenda kontingen ibu kota.
Peran Catheline tim dayung DKI Jakarta sangatlah tidak mudah. Dia harus menabuh drum sekuat tenaga tanpa henti. Agar lentingan suara drum hasil tabuhannya itu menjadi spirit bagi kakak-kakaknya di tim dayung Jakarta untuk mendayung.
Bocah 10 tahun itu mengerahkan seluruh tenaga bagi kakak-kakaknya di tim dayung Jakarta. Meski pulang tanpa medali, Catheline menjadi sosok inspirasi di gelanggang PON XX Papua.