Juru Parkir di Denpasar Pakai Masker Batok Kelapa, Alasannya Biar Tak Cepat Kotor

Seorang juru parkir di Kota Denpasar, Bali, Nengah Budiasa (44), menjadi sorotan karena mengenakan masker terbuat dari batok kelapa. Aksi pria asal Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali itu pun banyak dibagikan di media sosial.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Juru Parkir di Denpasar Pakai Masker Batok Kelapa, Alasannya Biar Tak Cepat Kotor
Juru parkir di Denpasar, Nengah Budiasa (44) mengenakan masker dari batok kelapa, Kamis (2/8). ©2021 Merdeka.com

Seorang juru parkir di Kota Denpasar, Bali, Nengah Budiasa (44), menjadi sorotan karena mengenakan masker terbuat dari batok kelapa. Aksi pria asal Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali itu pun banyak dibagikan di media sosial.

Masker yang terbuat dari batok kelapa yang dikenakan Budiasa diberikan peluit pada bagian tengah, sehingga tidak harus dibuka saat harus meniupnya.

"Nyaman sekali pakai ini. Ngomong juga enak," kata Budiasa, Kamis (2/9).

Budiasa sehari-hari bertugas di Jalan WR Supratman Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali. Saat bertugas, ia mengaku membuat masker batok kelapa karena kerap ditegur pengguna jalan karena masker medis yang digunakannya sering kotor.

Ia mengakui sering diberi masker baru. Namun tetap saja cepat kotor.

Penggunaan masker medis juga menyulitkannya. "Kan susah kalau pakai masker medis, saya harus pakai peluit untuk lalu lintas, cepat kotor, terus pelanggan banyak protes juga," imbuhnya.

Karena sering ditegur, para Jumat (27/8) lalu, Budiasa membuat masker dari batok kelapa dengan bentuk mirip masker. Bagian tengahnya dilubangi dan diberi peluit.

"Saya berpikir daripada saya malu, sekalian saya bikin seperti ini. Dari Jumat kemarin saya bikin. Terus hari Senin (30/9) kemarin saya pakai," ungkapnya.

Budiasa memakai masker itu hanya saat bertugas dari pagi hingga pukul 15.00 Wita. Usai bekerja, ia lalu mencuci maskernya untuk menjaga kebersihannya.

"Setelah selesai kerja langsung dicuci dan dijemur, besoknya dipakai lagi," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga berniat akan membuat dua hingga tiga masker sebagai cadangan. "(Masker ini dibuat) dari sisa batok kelapa, tak beliin peluit, langsung saya lem, dipake langsung nyaman," ujarnya.

Rekomendasi