Grafiti Kritik Pemerintah Muncul di Solo, Gibran Siap Berkomunikasi dengan Pembuat

Grafiti berupa coretan kata-kata yang menyindir pemerintah muncul di Kota Solo. Warga mengaku tidak mengetahui kapan aksi corat-coret tembok pinggir jalan itu dilakukan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Grafiti Kritik Pemerintah Muncul di Solo, Gibran Siap Berkomunikasi dengan Pembuat
Salah satu grafiti yang mengkritik pemerintah di Solo.©2021 Merdeka.com

Grafiti berupa coretan kata-kata yang menyindir pemerintah muncul di Kota Solo. Tak banyak warga yang mengetahui kapan aksi corat-coret tembok pinggir jalan itu dilakukan.

Pantauan merdeka.com, setidaknya ada 3 tulisan bernada protes yang dibuat orang tak bertanggung jawab. Ketiga tulisan tersebut berada di sekitar Jalan Kusumayudan, Kelurahan Keprabon, Banjarsari.

Tulisan itu berbunyi "Negaraku Minus Nurani, #RIP Pemerintah", "2021 Perang Tanpa Musuh", dan "Pray for PKL, Indonesiaku Lagi Sakit".

"Saya tidak tahu Mas siapa yang coret-coret. Kemarin saya libur, mungkin malam hari," ujar Suwarno, pengayuh becak yang biasa mangkal di sekitar lokasi.

Pria asal Sragen itu mengaku tak setuju dengan aksi tak bertanggung jawab itu. Selain mengotori, pesan yang disampaikan tidak akan mendapatkan simpati masyarakat maupun pemerintah.

"Kalau caranya seperti ini malah bikin kotor," katanya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku belum mengetahui adanya aksi tersebut. Namun dia akan meminta grafiti itu dibersihkan.

Dia juga meminta agar pelaku bertemu dengannya jika memang ada yang ingin disampaikan. "Silakan kalau mau ketemu," ujar Gibran, Selasa (24/8).

"Monggo kalau mau komunikasi saya fasilitasi," imbuhnya.

Gibran menambahkan, jika protes tersebut terkait PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), dia meminta agar masyarakat maupun PKL bersabar. Selain itu, saat ini banyak pelonggaran dalam SE (surat edaran wali kota) terbaru.

"Apa yang dirisaukan? Kalau lagi sakit nanti kita sembuhkan," pungkas dia.

Rekomendasi