Sebuah video hoaks dan provokatif beredar luas di masyarakat. Dalam video itu disebutkan kegiatan vaksinasi di lingkungan salah satu gereja di Kabupaten Garut disebut kegiatan peribadatan non-Muslim di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Dalam video yang berdurasi 25 detik, sang pembuat video mengambil gambar situasi di sekitar jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Saat melewati sebuah gereja, ia menyebut bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan peribadatan kaum nasrani.
"Di seputaran daerah Bratayudha yang ada gereja ini Cina semua lagi beribadah di gereja nih, sementara orang-orang Islam Muslim tidak boleh ke masjid, itu di gereja mah wah banyak. Ini di Jalan Bratayudha saudara-saudara, tolong diinformasikan nih," ucap sang pembuat video.
Menyikapi beredarnya video tersebut, Komandan Kodim 0611 Garut yang juga merupakan Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Letkol CZi Deni Iskandar memastikan bahwa video tersebut adalah hoaks. Kepastian itu dia sampaikan karena ia mengetahui kegiatan yang sedang dilangsungkan.
"Saya memonitor kegiatan itu dari pagi. Itu adalah kegiatan vaksinasi, bukan peribadatan seperti yang disebutkan oleh pembuat video. Dan yang divaksinasi juga bukan hanya orang non muslim saja, namun juga banyak yang orang Islamnya," kata Deni Iskandar, Senin (5/7).
Deni Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan di sekolah yang ada di lingkungan gereja tersebut. Sebelum dilaksanakan, ia mengaku memantau kegiatan untuk memastikan protokol kesehatan dilakukan dengan baik dan benar.
Dalam kegiatan vaksinasi itu, menurut Dandim, setidaknya ada 500-an warga yang divaksinasi Covid-19 secara bergiliran.
"Dengan beredarnya video hoaks itu, kami berharap agar masyarakat tidak percaya begitu saja, kami pastikan bahwa apa yang diungkapkan dalam video itu tidaklah benar. Itu adalah kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Dede Sopandi menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya mencari pembuat dan penyebar video hoaks tersebut. "Kami sudah mendapat perintah dari Pak Kapolres untuk mencari pembuat dan penyebarnya," katanya.