Penerima Merdeka Award 2021 Kategori Sosok Inspiratif di Tengah Pandemi Covid-19

Sosok-sosok ini begitu menginspirasi. Bergerak demi meringankan beban sesama. Dilakukan tanpa pamrih. Semua dikerjakan atas nama kemanusiaan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Penerima Merdeka Award 2021 Kategori Sosok Inspiratif di Tengah Pandemi Covid-19
Merdeka Award Sosok Inspiratif di Tengah Pandemi. ©2021 Merdeka.com

Pandemi covid-19 telah memukul seluruh sendi kehidupan. Tapi di balik itu semua, ada satu hal yang tidak hancur dihantam badai pandemi. Yaitu nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

Saat semua orang dipaksa berjarak secara fisik, tapi nilai-nilai kemanusiaan justru semakin erat. Banyak orang baik yang bergerak dalam diam. Mereka menjaga sesamanya. Bermodal ketulusan hati dan keikhlasan untuk berbagi. Mereka memberi tanpa mengharap puji.

Sosok-sosok ini begitu menginspirasi. Bergerak demi meringankan beban sesama. Dilakukan tanpa pamrih. Semua dikerjakan atas nama kemanusiaan.

Media online Merdeka.com memberikan penghargaan kepada enam orang sosok yang menginspirasi di tengah pandemi Covid-19. Enam orang ini mewakili seluruh orang baik yang berjuang dalam diam, meringankan beban sesama di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi peran mereka. Secara langsung Moeldoko berbincang dengan tiga sosok inspiratif. Kapolsek Bawang AKP SS Udiono, Ujang Setiawan Firdaus guru asal Garut dan Ketua Komunitas Sahabat Difabel, Adib Budiono.

"Ternyata di Indonesia luar biasa, kita bisa temukan inspirator baru di tengah kondisi serba sulit bisa berbuat sesuatu. Ini sangat baik memberi inspirasi ke yang lain," kata Moeldoko dalam acara Merdeka Award.

Berikut daftar penerima Merdeka Award kategori sosok inspiratif di tengan pandemi:

1. Kapolsek Bawang AKP SS Udiono
Kapolsek Bawang AKP Udiono rela turun ke dapur dan memasak makanan untuk tenaga medis di puskesmas yang berjuang menyelamatkan nyawa pasien covid-19. Tak hanya itu, Udiono juga menyiapkan makanan untuk masyarakat miskin yang terdampak pandemi covid-19. Udiono menunjukkan kehadiran aparat negara di tengah perjuangan melawan covid-19.

2. Pita Puspitasari
Ibu bidan yang berjalan kaki sendirian, menempuh jarak 14 kilometer. Pita berkeliling kampung adat baduy di Lebak, Banten. Pandemi covid-19 tak membuat Pita menyerah menjalankan tugas. Dia memastikan kesehatan ibu dan balita tetap prima meski di tengah pandemi covid-19.

3. Badarudin
Di saat banyak penolakan pemakaman jenazah korban covid-19, Badarudin justru hadir untuk mewakafkan tanah miliknya untuk dijadikan lahan pemakaman korban covid-19. Kepala Desa Talunombo ini juga menyumbangkan gajinya untuk membantu penanganan covid-19 di desanya. Dia berpegang teguh pada prinsip sosial kemanusiaan.

4. Raden Agus Choliq
Agus menunjukkan kepedulian sosial terhadap korban PHK akibat pandemi covid-19. Agus mengajak pemuda Desa Paten di Yogyakarta yang terkena phk, untuk berinovasi. Melahirkan wastafel portabel yang aman dari penyebaran virus covid-19. Wastafel ini tidak hanya berguna bagi masyarakat tapi juga mendatangkan pemasukan bagi para pemuda korban PHK.

5. Ujang Setiawan Firdaus
Ujang merupakan guru SDN Purbayani 1 Garut yang setiap hari berkeliling ke rumah murid - muridnya yang tidak memiliki gadget dan terbatas akses internet. Tujuannya hanya satu, memastikan muridnya tidak kehilangan hak atas pendidikan. Ujang menjadi contoh nyata seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

6. Adib Budiono
Adib mewakili komunitas yayasan sahabat difabel atau sadifa di Jepara, Jawa Tengah. Meski dalam keterbatasan fisik, komunitas ini mampu menghadirkan solusi bagi penyandang disabilitas khususnya tuna rungu. Agar tetap bisa berkomunikasi ketika menerapkan protokol kesehatan. Mereka berinovasi membuat masker khusus bagi tuna rungu.

Rekomendasi