Keluarga almarhum Ustaz Maaher At Thuwalibi memastikan, bahwa kematian almarhum yang menjadi tahanan Mabes Polri karena suatu penyakit.
Jamal, kaka Ipar almarhum menegaskan bahwa, informasi adanya penyiksaan dan penganiayaan terhadap almarhum oleh Kepolisian tidak benar.
"Saat saya di RS Polri, penyidik juga menyampaikan berita viral begini (penyiksaan dsb). Saya bilang (ke penyidik) itu enggak benar, kita sama-sama tahu gimana hubungan kita. Itu semua enggak benar," terang kakak ipar Ustad Maaher At Thuwalibi di Pondok Pesantren Darul Quran, Kota Tangerang, Selasa (9/2).
Atas beredarnya informasi bohong itu, pihak keluarga lanjut Jamal, siap untuk menyampaikan klarifikasi. Pihak keluarga juga meminta publik tidak menyimpulkan dan menyebarkan informasi yang tidak benar tersebut.
"Penyidik menanyakan, terus bagaimana kalau ini berkembang. Dan saya sampaikan, kami siap mengklarifikasi soal itu. Cuma kalau saya mengklarifikasi itu secara pribadi di media sosial, jangkauannya seperti apa, lewat media saya minta bantu mengcounter itu. Beliau sudah meninggal, sudahlah. Yang jelas beliau meninggal karena sakit, penyidik perlakuannya baik," kata dia.
Dalam pemakaman itu, dihadiri oleh pihak keluarga dekat almarhum, istri dan dua orang anak almarhum.
Jamal mengaku, pemilihan lokasi pemakaman di Pondok Pesantren Darul Quran, atas tawaran dan inisiatif Ustaz Yusuf Mansur.
"Ditawarkan ustaz Yusuf Mansur, mau enggak dimakamkan di samping makam Sykeh Ali Jaber dan kita menyambut baik," jelas Jamal.