Sebanyak 40 advokat siap membela Koswara, pria 85 tahun yang digugat anak kandungnya sendiri hingga Rp 3 miliar. Anak Koswara tega menggugat ayahnya perkara tanah warisan.
Salah seorang kuasa hukum Koswara, Bobby Herlambang Siregar, saat ini proses pengadilan belum memasuki pokok perkara. Majelis hakim masih memberi waktu mediasi hingga 60 hari.
"Kami akan memanfaatkan waktu yang ada untuk mediasi sehingga tidak berlanjut ke sidang gugatan dan bisa berakhir di mediasi. Ada 40-an advokat yang akan membela bapak Koswara, semua tanpa biaya," katanya, Rabu (20/1).
Sementara itu, Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi yang turut menemui Koswara bermaksud membantu mediasi agar kedua belah pihak berdamai.
Dalam pertemuan itu, Koswara bercerita tentang usaha yang dijalani saat muda hingga bisa menyekolahkan semua anaknya.
"Dulu waktu masih muda saya kelola bioskop di Ujungberung, dari 1950an, namanya Bioskop Mawar," katanya.
Bertahun kemudian, setelah bioskop tak beroperasi, lahan seluas dua ribu meter persegi milik orang tua Koswara beralih fungsi. Anak Koswara, Deden menyewa 3x2 meter dari lahan itu untuk toko sejak tahun 2012.
Tahun 2020, Koswara tidak menyewakan lagi karena tanah akan dijual dan hasil penjualannya akan dibagi ke ahli waris lain. Anaknya tak terima, hingga menggugatnya ke pengadilan, meminta ganti rugi Rp3 miliar.
Dalam kasus ini, Koswara menjadi pihak yang tergugat bersama Imas (anak pertama) dan Hamidah (anak kelima). Sedangkan yang menggugat adalah Deden (anak kedua) dan istrinya, Nining, Masitoh sebagai kuasa hukum (anak ketiga).
"Dari mengelola bioskop milik orangtua, semua anak saya sarjana,” kata dia.
Dedi Mulyadi meminta para penggugat untuk mengurungkan kasus sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua yang sudah renta. Ia sendiri mengaku akan berusaha mendamaikan kedua belah pihak.
"Sering saya mengadvokasi anak gugat orangtua. Selalu berakhir damai tanpa harus ke pengadilan. Saya juga berharap ini gugatannya tidak dilanjutkan dan pihak tergugat bisa mencabut gugatannya," ucap Dedi.
"Selesaikan secara musyawarah, pasti ada jalan. Rendahkan dulu ego masing-masing," ia melanjutkan.