Kapolda Metro Jaya Ungkap Cara Pelaku Lancarkan Aksi Begal Sepeda

Para pelaku selalu membagi tugas saat beraksi. Pertama satu orang sebagai pemetik atau eksekutor, satunya lagi sebagai joki sepeda motor.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Kapolda Metro Jaya Ungkap Cara Pelaku Lancarkan Aksi Begal Sepeda
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana. ©2020 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Marak aksi begal sepeda di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana berhasil mengungkap modus para pelaku begal sepeda dalam melancarkan aksinya.

"Untuk modus ya, para tersangka para pelaku begal, biasanya selalu berpasang dalam satu kendaraan. Ada yang dua kendaraan atau satu kendaraan, kalau dua kendaraan total 4 orang, bila satu kendaraan berarti dua orang," kata Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11).

Para pelaku tidak pernah sendiri dalam melancarkan aksinya. Diketahu mereka selalu berkeliling dalam mencari targetnya. Setelah ditemukan, lalu pelaku membuntuti korban saat melewati tempat sepi langsung aksi begal dilancarkan.

Para pelaku selalu membagi tugas saat beraksi. Pertama satu orang sebagai pemetik atau eksekutor, satunya lagi sebagai joki sepeda motor.

"Mereka berkeliling mencari mangsanya, ketika di tempat sepi itulah dilakukan. Dan untuk korban biasanya yang sendirian, biasanya ditaruh di belakang, di kaos atau setang sepeda. Nah ini lah yang langsung mereka incar," jelasnya.

"Saat melancarkan aksinya itu, biasanya korban yang terkena jambret jatuh dan luka-luka ini. Tapi, Alhamdulilah untuk semua korban seluruhnya sudah sembuh, tapi ini tetap sangat membahayakan," sambung dia

Selain itu, Nana mengungkap dari keseluruh pelaku begal yang berhasil ditangkap sebanyak 22 orang. Mayoritas diantaranya merupakan residivis dan hanya sebagian kecil yang menjadi pelaku baru.

"Dari beberapa keterangan dari hasil pemeriksaan rata-rata sebagaian besar mereka ini memang pelaku curat. Tapi memang ada sebagian kecil mereka ini pelaku baru yang ada, karena karena pandemi juga,

"Jadi sebagaian besar bisa dikatakan mereka ini memang residivis yang pernah melakukan tindakan kejahatan sebelumnya," tambahnya.

Oleh karena itu, Nana mengimbau agar masyarakat yang ingin bersepeda untuk menghindari lokasi-lokasi yang sepi dan sebisa mingkin bersepeda jangan sendirian.

"Kita boleh berolahraga tapi harus berhati-hati, kami harapkan tidak bersepeda sendiri dan beresepda di tempat aman serta hindari tempat sepi," imbaunya.

Polisi berhasil meringkus 12 orang pelaku yang terlibat aksi begal sepeda berdasarkan proses empat kasus yang didalami Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran

"Kami pun menjanjikan akan dilakukan pengembangan terhadap pelaku begal yang sudah ada untuk mengungkapnya. Hinhga berhasil mengungkap empat kasus pembegalan peseda dengan total yang saat ini berhasil dilakukan penangkapan ada 12 orang," ujar Nana.

Selain itu, kata Nana, kasus-kasus tersebut merupakan pengembangan dari total 13 laporan yang sudah diterima polisi. Serta pengembangan dari pengungkapan 10 pelaku yang sudah ditangkap.

"Jadi total awal kita ungkap 10 orang dan kemudian yang saat ini kita lakukan penangkapan ada 12 menjadi total 22 orang," ujarnya.

Dari 12 pelaku yang diamankan, Nana menyebut dua orang yang berperan sebagai penadah yang menampung hasil rampasan ke 10 pelaku yang sebagian besar fokus untuk mengambil handphone milik korban.

Rekomendasi