Ki Seno Nugroho, dalang asal Yogyakarta meninggal dunia pada Selasa (3/11) pukul 22.15 WIB. Ki Seno meninggal dunia diusia 48 tahun karena ada penyumbatan darah.
Tokoh seni Yogyakarta, Butet Kartaredjasa angkat bicara mengenai sosok Ki Seno. Ditemui di rumah duka Ki Seno, Dusun Gayam, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Butet menceritakan penilaiannya terhadap sosok Ki Seno.
Butet menjabarkan bahwa sosok Ki Seno adalah seorang dalang muda yang memunyai prospek luar biasa untuk menjawab masa depan. Bahkan Butet menilai jika Ki Seno adalah dalang yang menjawab semangat zaman dan generasi milenial.
Butet menerangkan secara ilmu pedalangan, banyak orang mengharapkan Ki Seno sebagai sosok pengganti Ki Hadi Suwito. Banyak orang berharap agar Ki Seno bisa sebesar bahkan melampaui capaian Ki Hadi dalam dunia pewayangan.
"Clelekannya, kurang ajarnya (Ki Seno) bisa diterima oleh masyarakat oleh audiens dunia pakeliran. Sastranya nggenah (benar). Keterampilannya genah dan banyak orang berharap pada Ki Seno," tutur Butet, Rabu (4/11).
Butet menyebut dalang yang identik dengan gaya dan karakter bagong ini sebagai sosok dalang yang bisa menjawab kebutuhan milenial. Butet mengungkapkan bahwa Ki Seno adalah salah satu dalang yang mulai menyentuh wilayah milenial dengan merespon keajaiban-keajaiban dunia virtual.
Ki Seno dengan program youtubenya, sambung Butet, mampu menjawab tantangan zaman. Selain itu Ki Seno juga membuat program wayang kulit yang bisa ditonton secara luas oleh masyarakat Indonesia.
"Program dia (Ki Seno) main wayang di rumahnya untuk bisa ditonton seluruh orang di Indonesia. Climen itu bagi saya itu ikhtiar dia merespons dunia digital dunia pewayangan,"ungkap Butet.
"Mungkin itu bisa dijadikan inspirasi untuk dalang-dalang muda lain untuk menjelajah ruang eksplorasi yang lebih luas di dalam jagad virtual. Seno memulai dan membuka pintu untuk eksperimentasi-eksperimentasi itu," sambung Butet.