Pilkada serentak 9 Desember 2020 dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran dan penularan Covid-19. Guna mengantisipasi hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo, mengajak semua pihak yang terlibat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Kami mengumpulkan stakeholder di Solo mulai dari pemerintah daerah, partai politik, ormas, media, tokoh agama hingga tokoh masyarakat untuk mendapatkan dukungan. Melalui pertemuan ini kami ingin mempertegas komitmen semua untuk bergotong royong bergerak bersama-sama mematuhi protokol kesehatan," ujar Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, Kamis (22/10).
Dalam acara rakor stakeholder dengan tema 'Urgensi Keselamatan Rakyat Menuju Pilkada Sehat dan Berkualitas' di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo itu, ia mengajak seluruh peserta bersama-sama menciptakan pilkada sehat dan berkualitas dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
"Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara sekaligus pengawas tahapan pilkada tidak menginginkan munculnya klaster Covid-19. Pencegahan dilakukan mulai dini dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19," tandasnya.
"Kami berharap pilkada Solo berjalan dengan kondisi benar-benar sehat. Jangan sampai ada klaster Covid-19 Solo berkaitan dengan pilkada," imbuhnya.
Bawaslu, lanjut dia, dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19 dilakukan tes swab dan rapid tes secara berkala pada semua anggota dan pengawas tingkat bawah. Hal ini dilakukan untuk memastikan petugas pilkada di Bawaslu Solo benar-benar dalam kondisi sehat.
"Kami juga melengkapi APD (Alat Pelindung Diri) bagi pengawas di kelurahan dan kecamatan. Bawaslu berharap semua pihak juga melakukan disiplin menerapkan protokol kesehatan supaya tidak terjadi klaster pilkada di Solo," tutup dia.