Romo Magnis: Isu Kebangkitan PKI Harus Segera Diakhiri

Dia mengungkapkan, G30S adalah peristiwa sangat kejam, dan pelarangan paham komunisme perlu dilakukan. Namun, bukan berarti seluruh anggota PKI kejam, banyak juga menjadi korban dan butuh rekonsiliasi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Romo Magnis: Isu Kebangkitan PKI Harus Segera Diakhiri
Romo Magnis. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Budayawan Franz Magnis Suseno alias Romo Magnis menyatakan isu kebangkitan PKI harus segera diakhiri. Pernyataan itu disampaikan Romo Magnis dalam rilis survei SMRC mengenai sikap publik terhadap isu kebangkitan PKI.

"Isu ini harus berakhir. Isu ini membuat rekonsiliasi tidak mungkin. Orang yang masih bicara seperti itu (PKI bangkit) menurut saya tidak bonafit," katanya dalam rilis virtual, Rabu (30/9).

Dia mengungkapkan, G30S adalah peristiwa sangat kejam, dan pelarangan paham komunisme perlu dilakukan. Namun, bukan berarti seluruh anggota PKI kejam, banyak juga menjadi korban dan butuh rekonsiliasi.

"Kita memang butuh rekonsiliasi, korban diakui sebagai korban. Kita harus mengaku terhadap sesuatu mengerikan. G30S itu kejahatan dan amat kejam, bahwa kemudian larangan PKI dan ideologi komunis dapat dipertahankan, tapi sekarang kita harus akui terjadi hal-hal di luar proporsi," jelasnya.

Selain itu, Romo Magnis menilai pemutaran film G30S tidak perlu dilakukan lantaran bentuk kejahatan.

"Pemutaran film G30S, saya sendiri anggap sebagai sebuah kejahatan. Karena itu menampilkan kejahatan. Kita harus menolak betul-betul film itu, bagi orang yang tidak tahu akan menimbulkan pandangan yang tidak benar," terangnya.

"Jangan kita mengizinkan sekelompok orang apa pun menjadi objek kebencian terhadap kelompok apapun. Tidak boleh kita beri ruang," tandasnya.

Peneliti SMRC Sirajuddin Abbas menjabarkan warga yang setuju sekarang sedang terjadi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), tidak terlalu banyak. Menurutnya lebih banyak warga tidak setuju isu kebangkitan PKI.

"Hanya 36 persen yang tahu pendapat bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI di tanah air. Dari yang tahu, sekitar 39 persen (14 persen dari populasi) setuju dengan pendapat tersebut, 61 persen (22 persen dari populasi) tidak setuju," kata Sirajuddin dalam rilis virtual, Rabu (30/9).

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi